Perbankan

Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi dan UMKM Lokal

142
×

Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi dan UMKM Lokal

Sebarkan artikel ini
den-sebut-87-persen-dapur-mbg-serap-pasokan-supplier-lokal
DEN Sebut 87 Persen Dapur MBG Serap Pasokan Supplier Lokal

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha kecil. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mencatat sebanyak 87 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini berhasil menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui rantai pasok baru.

Anggota DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan temuan tersebut berdasarkan survei independen yang telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Data ini diperoleh dari pengambilan sampel acak di 800 titik SPPG yang tersebar dari Nias Selatan, Halmahera, hingga wilayah Papua.

“Survei MBG yang kami lakukan secara independen kami biayai sendiri terutama untuk melihat apakah ada ekosistem supply chain baru yang terbentuk ketika program ini dijalankan,” ujar Seto dalam konferensi pers di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (9/6).

Hasil kajian menunjukkan bahwa 86,9 persen SPPG lebih memilih bekerja sama dengan setidaknya tiga UMKM lokal daripada mengandalkan pemasok skala besar. Bahkan, 65 persen dari UMKM pemasok tersebut beroperasi di wilayah yang sama dengan keberadaan dapur MBG.

Program ini juga dinilai sangat efektif dalam menyerap tenaga kerja lokal. Tercatat sebanyak 99 persen dari total pekerja yang terlibat di setiap SPPG merupakan warga setempat.

Seto meyakini keberhasilan ini tidak hanya fokus pada perbaikan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Ia menduga kontribusi dari ekosistem baru ini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

Perbankan

Jakarta, IDN Times – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, keputusan BI tersebut merupakan langkah strategis untuk mere…

Perbankan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memastikan tetap menjaga fungsi intermediasi dan penyaluran kredit ke sektor riil meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebut, kenaikan BI Rate merupakan langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Baca Juga: Bank…