Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha kecil. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mencatat sebanyak 87 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini berhasil menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui rantai pasok baru.
Anggota DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan temuan tersebut berdasarkan survei independen yang telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Data ini diperoleh dari pengambilan sampel acak di 800 titik SPPG yang tersebar dari Nias Selatan, Halmahera, hingga wilayah Papua.
“Survei MBG yang kami lakukan secara independen kami biayai sendiri terutama untuk melihat apakah ada ekosistem supply chain baru yang terbentuk ketika program ini dijalankan,” ujar Seto dalam konferensi pers di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (9/6).
Hasil kajian menunjukkan bahwa 86,9 persen SPPG lebih memilih bekerja sama dengan setidaknya tiga UMKM lokal daripada mengandalkan pemasok skala besar. Bahkan, 65 persen dari UMKM pemasok tersebut beroperasi di wilayah yang sama dengan keberadaan dapur MBG.
Program ini juga dinilai sangat efektif dalam menyerap tenaga kerja lokal. Tercatat sebanyak 99 persen dari total pekerja yang terlibat di setiap SPPG merupakan warga setempat.
Seto meyakini keberhasilan ini tidak hanya fokus pada perbaikan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Ia menduga kontribusi dari ekosistem baru ini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.







