PendidikanPerbankan

IKEA Bantu Keluarga Tata Ulang Rumah Sambut Tahun Ajaran

52
×

IKEA Bantu Keluarga Tata Ulang Rumah Sambut Tahun Ajaran

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Memasuki tahun ajaran baru, banyak keluarga di Indonesia mulai mengalihkan fokus pada penyesuaian rutinitas rumah tangga. Langkah ini dilakukan bukan sekadar menyiapkan perlengkapan sekolah, melainkan menata ulang hunian agar lebih nyaman bagi anak dalam menjalani fase pendidikan baru.

Interior Design Leader IKEA Indonesia, Muhammad Yusuf Attorik, menjelaskan bahwa kenaikan kelas anak umumnya membawa perubahan pola kebiasaan di rumah. Pihaknya berupaya membantu para orang tua menciptakan lingkungan hunian yang lebih rapi sekaligus membangun kemandirian anak.

Melalui kampanye bertajuk “Satu Rumah, Naik Kelas!”, IKEA mengajak masyarakat agar dapat beradaptasi dengan kebutuhan penghuni yang terus berkembang. Berbagai solusi dihadirkan, mulai dari pengaturan area belajar, sistem penyimpanan barang yang efisien, hingga pencahayaan yang mendukung produktivitas.

Berdasarkan pengamatan Life at Home IKEA, ritme harian keluarga sering kali berubah saat musim kembali ke sekolah tiba. Kondisi ini menuntut fleksibilitas ruang agar fungsi belajar, bermain, dan beristirahat dapat berjalan harmonis di dalam rumah.

Business Leader IKEA Indonesia, Angela Krisyanti, menambahkan bahwa pihaknya menyediakan beragam pilihan produk yang disesuaikan dengan anggaran keluarga. Perabotan seperti meja dan kursi belajar hingga perlengkapan makan dirancang untuk membantu rutinitas harian menjadi lebih teratur.

Selain menyasar kebutuhan rumah tangga, IKEA Business turut memberikan dukungan bagi institusi pendidikan. Lembaga pendidikan bisa mendapatkan diskon produk sebesar 5% untuk pembelian minimal Rp15 juta, serta potongan 7% untuk layanan instalasi dan perakitan yang berlaku hingga 31 Juli 2026.

Public Relations Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, menuturkan bahwa kampanye ini menjadi ajakan bagi orang tua agar lebih cermat dalam berbelanja. Menurutnya, kebutuhan rumah tangga tetap bisa terpenuhi secara fungsional tanpa harus mengabaikan aspek kualitas.