Teknologi

Perguruan Tinggi Integrasikan Konsep Living Laboratory ke Kurikulum Industri

46
×

Perguruan Tinggi Integrasikan Konsep Living Laboratory ke Kurikulum Industri

Sebarkan artikel ini
mengenal-living-laboratory-di-dunia-akademik
Mengenal Living Laboratory di Dunia Akademik

Jakarta – Sejumlah perguruan tinggi mulai mengadopsi konsep living laboratory untuk mempersempit jarak antara bangku kuliah dan dunia kerja. Metode ini mengintegrasikan aktivitas bisnis nyata ke dalam kurikulum agar mahasiswa terlibat langsung sejak dini.

Berbeda dengan skema magang konvensional yang bersifat sementara, konsep ini menjadikan lingkungan industri sebagai ruang kelas utama. Mahasiswa dapat mempelajari alur kerja, metode pengambilan keputusan, hingga solusi atas tantangan operasional harian secara langsung.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam menyinkronkan teori dengan praktik lapangan. Alih-alih sekadar menghafal konsep, mahasiswa kini bisa menyaksikan dan memahami penerapan ilmu di dunia nyata.

Pihak industri pun menyambut positif tren ini karena membantu mereka memperoleh sumber daya manusia yang lebih siap kerja. Perusahaan dapat menerapkan standar kompetensi yang relevan sejak dini kepada para calon lulusan.

Pradita University dijadwalkan menerapkan model ini melalui kerja sama dengan Ascott International Management Indonesia serta Harris Hotel & Convention Serpong. Program tersebut akan mulai berjalan pada Program Studi Pariwisata per September 2026.

Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia, Aida Halim, menyatakan langkah ini diambil untuk membangun ekosistem belajar yang dinamis. Menurutnya, mahasiswa wajib merasakan ritme kerja industri untuk membentuk pola pikir profesional.

Pengalaman praktis dari living laboratory ini diharapkan mampu menciptakan lulusan yang adaptif. Dengan begitu, kualitas lulusan akan memiliki kompetensi yang selaras dengan tuntutan dunia kerja terkini.