Tutup
EkonomiInvestasiPerbankan

Siasati Kenaikan Harga Kurban dengan Menabung Dini

120
×

Siasati Kenaikan Harga Kurban dengan Menabung Dini

Sebarkan artikel ini
siasat-beli-hewan-kurban-di-tengah-lonjakan-harga-jelang-iduladha
Siasat Beli Hewan Kurban di Tengah Lonjakan Harga Jelang Iduladha

jakarta – Lonjakan harga hewan kurban menjelang Iduladha menjadi siklus tahunan yang nyaris sulit dihindari. Tingginya permintaan di pasar kerap membuat harga kambing dan sapi melonjak tajam hanya beberapa pekan sebelum pemotongan.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat berpenghasilan tetap. Tanpa perencanaan matang, niat beribadah bisa berbenturan dengan keterbatasan anggaran, bahkan mengganggu stabilitas arus kas rumah tangga.Lalu, bagaimana menyiasati kenaikan harga agar tetap bisa berkurban secara konsisten? Sejumlah perencana keuangan memberikan tips dan strategi menyisihkan uang kurban di tengah fluktuasi harga.

Perencana keuangan OneShildt Budi Rahardjo menyarankan masyarakat mulai menyiapkan dana sejak dini, setidaknya tiga hingga enam bulan sebelum hari raya. Dengan cara mencicil, beban dana besar tidak akan terasa berat dibandingkan mencari dana secara mendadak.

“Sebaiknya persiapan dana untuk pengeluaran yang cukup besar misalnya untuk kurban adalah bisa dengan dicicil sekitar tiga-enam bulan sebelum dibutuhkan. Sumber dananya bisa dengan menyisihkan sebagian penghasilan bulanan atau memanfaatkan sebagian penghasilan tahunan seperti bonus dan THR atau kombinasi dengan keduanya jika tidak memungkinkan,” ujar Budi kepada CNNIndonesia.com,kamis (23/4).

Salah satu cara yang dinilai efektif untuk mendapatkan harga lebih miring adalah menghindari pembelian di tingkat pedagang saat mendekati hari H. Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho menyebut membeli hewan saat masih kecil atau menyepakati harga di awal bisa menjadi solusi.

“Membeli hewan dari anakan terus dititip di peternak.Nah, setahun kemudian kita jadikan hewan kurban. Mungkin memang dari segi biaya karena kita membelinya anakan dan langsung ke peternaknya itu akan membuat harganya lebih murah dibandingkan dengan membeli ke pedagang hewan kurban,” kata Andi.

Budi juga menambahkan, mengunci harga sejak awal melalui pedagang yang menawarkan program early bird sangat membantu.

“Target dana, biasanya banyak penjual hewan kurban yang sudah mulai menawarkan hewan kurban jauh hari sebelum hari raya, sehingga kita dapat mengunci harga sesuai dengan kesepakatan saat hewan kurban dibeli meskipun hari raya mungkin masih beberapa waktu ke depan,” ucap Budi.

Karena jangka waktu pengumpulan dana kurban tergolong pendek, fokus utama masyarakat sebaiknya bukan pada keuntungan investasi atau return, melainkan pada keamanan nilai pokok uang agar tetap utuh saat akan digunakan.

“Karena horison investasi dari kesiapan kurban adalah jangka pendek di bawah satu tahun, maka tujuan utama kita adalah bukan pengembangan dana, karena biasanya pengembangan dana membutuhkan waktu jangka panjang dan mengandung risiko,” jelas Budi.

Ia menambahkan, untuk tujuan keuangan yang sangat pendek, masyarakat sebaiknya lebih mengutamakan kestabilan dan keamanan dana ketimbang berupaya mengalahkan inflasi.Andi Nugroho menilai instrumen seperti emas atau reksadana pasar uang tetap bisa menjadi pertimbangan bila jangka waktunya cukup panjang.

“Untuk jangka panjang, artinya kan untuk menabungnya untuk jangka panjang, oh paling tidak untuk setahun ke depan gitu. Ya emas sama reksadana ini yang paling efektif karena juga ada kemungkinan untuk nilai uangnya akan bertambah gitu,” ucap Andi.