Jakarta – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor keuangan mendorong perubahan metode trading yang digunakan pelaku pasar. Salah satu perubahan yang mulai terlihat adalah meningkatnya penggunaan sistem otomatis dalam eksekusi strategi perdagangan.
Kondisi ini sejalan dengan berkembangnya platform yang memanfaatkan data dan algoritma untuk mendukung aktivitas transaksi di pasar.
platform trading cerdas dan manajemen aset terdiversifikasi, Slickorps, mengumumkan peluncuran layanan kuantitatif AI. Layanan ini dirancang untuk menyediakan eksekusi strategi otomatis sekaligus memperluas penerapan teknologi AI dalam trading kuantitatif dan transaksi frekuensi tinggi.
Menurut penjelasan perusahaan, trading kuantitatif selama ini umumnya menuntut kemampuan teknis yang tinggi. Prosesnya melibatkan perancangan strategi, eksekusi transaksi, dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan.
Melalui layanan baru ini, platform tersebut menggabungkan sejumlah proses itu dalam satu sistem terintegrasi. chief Operating Officer Slickorps, alfred Erik Smith, mengatakan pendekatan kuantitatif sebelumnya memiliki sejumlah hambatan dalam aspek implementasi dan akses pengguna.
“Kami berharap melalui layanan kuantitatif AI, kami dapat mengintegrasikan kemampuan kompleks yang sebelumnya terpisah antara strategi, eksekusi, dan pengendalian risiko, menjadi produk dan layanan yang lebih mudah dipahami dan dapat digunakan secara berkelanjutan,” ujar Alfred Erik Smith, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Senin, 27 April 2026.
Secara teknis, layanan kuantitatif AI bekerja dengan menggunakan model algoritma dan sistem data untuk memantau pergerakan pasar secara terus-menerus. Sistem tersebut kemudian mengeksekusi strategi berdasarkan parameter yang telah ditentukan sebelumnya.
Pendekatan itu dirancang untuk mengurangi pengaruh faktor emosional dalam pengambilan keputusan trading. Dibandingkan dengan metode manual, sistem otomatis ini tidak bergantung pada keputusan langsung pelaku pasar dalam setiap transaksi.
Eksekusi dilakukan berdasarkan data dan aturan yang telah diprogram, sehingga hasilnya diharapkan lebih konsisten dalam berbagai kondisi pasar. Penggunaan sistem berbasis AI dalam trading juga menjadi bagian dari tren digitalisasi di sektor keuangan.
Meningkatnya volume data dan kecepatan perubahan pasar membuat pendekatan berbasis algoritma mulai digunakan untuk membantu proses analisis dan eksekusi yang lebih cepat.
Selain itu, sistem kuantitatif berbasis AI juga dinilai dapat mengurangi kebutuhan pemantauan pasar secara manual yang berkelanjutan. hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya penggunaan teknologi tersebut di berbagai platform trading.







