Tutup
Teknologi

SpaceX Prioritaskan Bulan, Bangun Kota Mandiri Dimulai

256
×

SpaceX Prioritaskan Bulan, Bangun Kota Mandiri Dimulai

Sebarkan artikel ini
elon-musk-mau-bisnis-properti-di-bulan
Elon Musk Mau Bisnis Properti di Bulan

Jakarta – Elon Musk kembali membuat gebrakan dengan rencana ambisiusnya membangun “kota yang tumbuh sendiri” di Bulan. Target ini diumumkan sebelum fokus berikutnya beralih ke Mars.

SpaceX, perusahaan teknologi milik musk, selama beberapa tahun terakhir memang fokus mengembangkan pesawat ruang angkasa yang mampu mencapai Mars.

“Misi starship tanpa awak pertama ke mars dapat diluncurkan paling cepat pada akhir tahun ini,” ujar Musk, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (10/2/2026).

Namun, melalui unggahan di platform media sosial X, Musk menyatakan bahwa perusahaannya kini mengalihkan fokus untuk membangun kota mandiri di Bulan.

Alasannya, proyek ini dinilai lebih realistis dan dapat dicapai dalam waktu kurang dari 10 tahun.

“Membangun pemukiman serupa di Mars akan memakan waktu lebih dari dua dekade (20 tahun).Tapi, misi SpaceX tetap sama, yaitu memperluas kesadaran dan kehidupan seperti yang kita kenal ke bintang-bintang,” jelasnya.

Musk menjelaskan, misi ke Mars hanya memungkinkan saat planet-planet berada dalam posisi sejajar, yang terjadi setiap 26 bulan. Perjalanan ke Mars juga membutuhkan waktu sekitar enam bulan.

Sementara itu, peluncuran ke Bulan dapat dilakukan setiap 10 hari dengan waktu tempuh sekitar dua hari.

Hal ini memungkinkan iterasi dan pengembangan pemukiman di bulan yang lebih cepat. SpaceX memprioritaskan misi ke Bulan dan menargetkan pendaratan Starship tanpa awak sekitar tahun 2027.

Pesawat ruang angkasa tersebut juga sedang dikembangkan untuk program Artemis NASA, yang bertujuan mengembalikan astronot ke Bulan di akhir dekade ini.

Musk menegaskan bahwa ambisi terkait Mars tidak ditinggalkan. Perusahaan juga akan berupaya membangun kota di Mars dan memulai proyek tersebut dalam waktu sekitar lima hingga tujuh tahun.

ia menggambarkan Bulan sebagai pilihan yang lebih cepat untuk “mengamankan masa depan peradaban”.

Musk sebelumnya telah berulang kali berbicara tentang kolonisasi Mars sebagai bagian dari upaya memastikan kelangsungan hidup umat manusia jika terjadi bencana global.Ia bahkan menyarankan agar Mars pada akhirnya dapat menjadi ‘bagian dari Amerika Serikat (AS)’.

Pengumuman ini muncul di tengah dorongan besar dari berbagai negara untuk membangun kehadiran permanen di Bulan. China dan Rusia saat ini sedang mengembangkan Stasiun Penelitian Bulan Internasional bersama.

Moskow berencana membangun fasilitas bertenaga nuklir sekitar tahun 2036 untuk mendukung pangkalan tersebut.

Sebagai informasi, astronaut belum mengunjungi Bulan sejak misi Apollo 17 NASA pada tahun 1972.