PerbankanTelekomunikasi

Telkom Pangkas Sepuluh Anak Usaha demi Perkuat Transformasi Strategis

42
×

Telkom Pangkas Sepuluh Anak Usaha demi Perkuat Transformasi Strategis

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memangkas jumlah anak usahanya sebanyak 10 entitas selama semester pertama tahun 2026 sebagai bagian dari upaya transformasi organisasi.

Langkah perampingan ini dilakukan agar perusahaan menjadi lebih lincah dan berfokus pada bisnis inti, sebagaimana disampaikan oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji.

Efisiensi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan alokasi investasi serta mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih berkualitas ke depannya.

Manajemen Telkom menerapkan tiga skema aksi korporasi untuk merampingkan struktur hingga Juni 2026.

Perusahaan melepas dua entitas melalui penandatanganan kesepakatan jual beli atau Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 3 Juni 2026.

Selain itu, dua entitas lainnya digabungkan melalui skema merger vertikal, sementara enam entitas sisanya diselesaikan melalui proses likuidasi.

Transformasi ini sekaligus mengubah model operasional perusahaan menjadi strategic holding dengan pola Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo).

Ke depannya, Telkom sebagai perusahaan induk akan memusatkan fungsi pada pengelolaan portofolio, tata kelola, dan sinergi bisnis.

Tugas operasional lapangan nantinya diserahkan kepada entitas yang dikhususkan menangani segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, serta International Business.

Perubahan struktur ini juga merupakan bentuk penyelarasan dengan kebijakan penataan BUMN yang ditetapkan oleh Danantara Asset Management dan Badan Pengaturan BUMN.

Manajemen memastikan seluruh proses telah dilakukan secara transparan dengan berpedoman pada prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta Business Judgment Rule (BJR).

Terkait dampak terhadap sumber daya manusia, perusahaan menjamin penyesuaian dilakukan secara bertanggung jawab, termasuk menawarkan program pensiun dini sukarela bagi karyawan.

Rangkaian kebijakan strategis ini merupakan bagian dari target jangka menengah perusahaan yang dicanangkan hingga tahun 2030.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat fundamental, meningkatkan efisiensi, serta mendongkrak daya saing Telkom di kancah industri digital dan telekomunikasi.