Tutup
BisnisInvestasiPerbankan

Unilever Raup Triliunan Rupiah, Divestasi Bisnis Dongkrak Laba

179
×

Unilever Raup Triliunan Rupiah, Divestasi Bisnis Dongkrak Laba

Sebarkan artikel ini
unilever-raup-rp8,5-t-usai-jual-bisnis-es-krim-dan-teh-sariwangi
Unilever Raup Rp8,5 T usai Jual Bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi

Jakarta – PT Unilever Indonesia Tbk mengantongi dana segar Rp8,5 triliun dari penjualan dua unit bisnisnya, es krim dan teh Sariwangi.

Dana tersebut berasal dari proses divestasi yang telah dirampungkan pada tahun 2025.

presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menjelaskan divestasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menata portofolio bisnis.

“Total hasil penjualan, di luar PPN, mencapai Rp8,5 triliun, dengan rincian Rp7 triliun dari bisnis es krim dan Rp1,5 triliun dari Sariwangi,” ungkap Benjie dalam konferensi pers daring, Kamis (12/2).

Unilever memperkirakan keuntungan bersih dari transaksi ini mencapai sekitar Rp4,6 triliun.

Rinciannya, Rp3,8 triliun berasal dari divestasi bisnis es krim dan sekitar Rp800 miliar dari penjualan Sariwangi.

Sebelumnya, kedua unit bisnis ini memberikan kontribusi signifikan terhadap total penjualan Unilever Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025,bisnis yang kini dikategorikan sebagai operasi yang dihentikan ini menyumbang sekitar 12,2 persen dari total penjualan.

Setelah pemisahan, margin kotor perusahaan meningkat 21 basis poin dan margin laba sebelum pajak naik 63 basis poin. Hal ini menunjukkan profil margin inti perusahaan menjadi lebih kuat.

selain dampak dari divestasi, kinerja operasional Unilever Indonesia juga menunjukkan tren pemulihan.

Penjualan domestik dari operasi yang berkelanjutan tercatat sebesar Rp7,7 triliun pada kuartal IV-2025, meningkat 17,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan,penjualan domestik sepanjang tahun 2025 mencapai Rp31 triliun,meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun 2024.

“Pemulihan laba sepanjang 2025 berlangsung kuat dan konsisten,mencerminkan perbaikan kinerja bisnis inti kami,” kata Benjie.

Dari sisi laba, Unilever membukukan laba bersih kuartal IV-2025 sebesar Rp538 miliar.

Laba ini terdampak biaya transformasi senilai Rp460 miliar. Tanpa biaya tersebut, laba bersih kuartalan diperkirakan mencapai Rp1 triliun.

Untuk sepanjang tahun 2025, laba bersih tercatat sebesar Rp3,53 triliun, tumbuh 21,8 persen secara tahunan.

Unilever menilai pelepasan bisnis non-inti ini memberikan dampak finansial sekaligus strategis.

Meskipun mengurangi skala bisnis dalam jangka pendek, langkah ini memperjelas fokus strategi dan memperkuat kinerja operasi utama.

“Divestasi ini memberikan nilai tambah secara finansial dan strategis karena memperbaiki struktur margin, menghasilkan kas yang besar, serta menempatkan kami pada posisi yang lebih kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas Benjie.