Tutup
NewsRegulasi

Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,1%

477
×

Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,1%

Sebarkan artikel ini

Pertumbuhan ini didukung potensi peningkatan aktivitas ekonomi pada akhir tahun, ditopang oleh kebijakan pemerintah untuk mendorong konsumsi masyarakat.

Ekonomi Melonjak 5,1%: Pemerintahan Yakin Usai Pemberlakuan PSBB

Jakarta – Pemerintah Indonesia yakin pertumbuhan ekonomi pada tahun ini akan mencapai 5,1%, meski mengalami perlambatan pada tiga kuartal pertama.

“Pemerintah optimis dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi tahun lalu sekitar 5%,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pertumbuhan ini didukung potensi peningkatan aktivitas ekonomi pada akhir tahun, ditopang oleh kebijakan pemerintah untuk mendorong konsumsi masyarakat.

“Indonesia masih mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi,” kata Airlangga.

Pemerintah telah meluncurkan program diskon belanja jelang akhir tahun, mudik gratis, dan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) untuk memacu pertumbuhan. Program-program ini terbukti meningkatkan transaksi masyarakat.

“Harbolnas mengalami kenaikan transaksi sebesar 21,4% menjadi Rp 31,2 triliun,” ungkap Airlangga.

Selain itu, program BINA naik 15,5% menjadi 25,4 triliun, dan EPIC Sale naik 14,9% menjadi Rp 14,9 triliun. “Kita sudah membuat beberapa program menjelang Natal yang dikenal di negara lain seperti Black Friday di AS,” kata Airlangga.

Indikator ekonomi lainnya juga menunjukkan perbaikan, seperti indeks manufaktur mencapai 51,2, Indeks Keyakinan Konsumen di atas 100, dan indeks penjualan ril yang naik. Realisasi investasi mencapai Rp 431,38 triliun pada kuartal III-2024.

Indeks kompetitif berdasarkan IMD Global Competitiveness Index juga membaik, dari peringkat 34 pada 2023 menjadi 27 pada tahun ini.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akhirnya memutuskan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Kali ini pihaknya menjadwalkan RUPSLB pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Jadwal tersebut mundur dari rencana semula pada tanggal 11 Juni 2026. RUPSLB ini akan membahas rencana MDKA yang akan melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang paruh kedua tahun 2026. Meski berbagai langkah stabilisasi telah ditempuh oleh Bank Indonesia (BI), sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal maupun domestik. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp…