Tutup
News

Hilirisasi Tambang Harus Hasilkan Nilai Tambah Nyata

330
×

Hilirisasi Tambang Harus Hasilkan Nilai Tambah Nyata

Sebarkan artikel ini
hilirisasi-pertambangan-ditegaskan-harus-bernilai-tambah,-anggota-komisi-xii:-jangan-hanya-sekadar-jargon
Hilirisasi Pertambangan Ditegaskan Harus Bernilai Tambah, Anggota Komisi XII: Jangan Hanya Sekadar Jargon

Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman, menekankan pentingnya sinergi antara keberhasilan hilirisasi industri tambang dan tanggung jawab lingkungan di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat menyoroti perlunya efisiensi dan nilai tambah dalam pelaksanaan hilirisasi.

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama MIND ID dan entitas anak usahanya, Rabu (16/7/2025), Yulisman mengingatkan agar MIND ID dan anak perusahaannya, seperti PT Antam, PT Timah, PT Bukit Asam, dan PT Inalum, menjalankan hilirisasi dengan perencanaan matang dan menghasilkan produk yang bernilai tinggi. Menurutnya, hilirisasi harus menjadi strategi pembangunan industri nasional yang tidak hanya bersifat simbolik.

Yulisman menekankan bahwa setiap proyek hilirisasi harus mampu mendorong nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi negara dan daerah penghasil. “Hilirisasi jangan hanya sekadar jargon. Hilirisasi harus efisien dan menghasilkan diverifikasi produk bernilai tambah. Ini penting agar kita tidak terjebak pada proyek tanpa manfaat konkret,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu juga meminta keseriusan penuh dari seluruh stakeholder industri tambang untuk menjalankan agenda hilirisasi secara menyeluruh dan terintegrasi, sesuai dengan visi presiden Prabowo Subianto dan arahan strategis ESDM. Ia menegaskan bahwa agenda hilirisasi nasional saat ini bukan sekadar program sektoral, tetapi merupakan kebijakan prioritas pemerintahan ke depan.

“Agenda hilirisasi ini menjadi agenda utama Presiden yang dikomandani Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia). MIND ID dan semua anak perusahaan harus menjalankannya secara serius sehingga terlaksana seperti yang dicita-citakan di Asta Cita,” tegasnya.

Selain menyoroti aspek efisiensi industri,Yulisman juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan pascatambang. Ia meminta agar biaya pemulihan lingkungan (environmental recovery) ditetapkan secara wajar, terukur, efisien, dan berbasis kajian ilmiah.

Legislator asal daerah pemilihan Riau II itu menambahkan, biaya recovery lingkungan perlu disiapkan secara wajar dan efisien. “Harus dihitung secara masuk akal dan dijalankan dengan sungguh-sungguh agar fungsi ekologis kawasan tambang bisa pulih seperti sedia kala,” tambahnya.Yulisman menutup pernyataannya dengan pesan bahwa keberhasilan hilirisasi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ia berharap manfaat ekonomi dari industri tambang tidak meninggalkan beban ekologis dan sosial bagi generasi mendatang.