Tutup
News

Mahasiswa KKN UNP Ciptakan Alat Pengangkat Sampah Otomatis

267
×

Mahasiswa KKN UNP Ciptakan Alat Pengangkat Sampah Otomatis

Sebarkan artikel ini
mahasiswa-kkn-unp-ciptakan-alat-pengangkat-sampah-otomatis
Mahasiswa KKN UNP Ciptakan Alat Pengangkat Sampah Otomatis

PADANG – Guna mengatasi permasalahan sampah di saluran irigasi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) berinovasi dengan menciptakan alat pengangkat sampah otomatis di Nagari Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat. Alat ini diharapkan menjadi solusi efektif bagi masyarakat setempat.

Sandi, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNP yang tergabung dalam tim inovasi, mengungkapkan bahwa ide pembuatan alat ini berawal dari keprihatinan terhadap kondisi irigasi yang banyak dipenuhi sampah. “inovasi ini lahir dari menyertakan kami melihat kondisi irigasi yang penuh sampah. Kami ingin meninggalkan sesuatu yang berdampak, bukan sekedar sekedar menjalankan program,” ujarnya pada Rabu (16/7/2025).Alat pengangkat sampah otomatis ini dirancang dengan sistem conveyor yang mampu mengangkat sampah dari air ke daratan tanpa memerlukan tenaga manusia. Sistem kerjanya menggunakan belt yang digerakkan oleh motor listrik. Sampah yang terbawa arus akan tersaring dan diangkat ke darat melalui sabuk berjalan yang dipasang miring di tepi saluran.

Setelah melalui proses desain dan perakitan, alat ini diuji coba di salah satu titik irigasi di Nagari Desa Baru. Hasilnya menunjukkan bahwa alat tersebut mampu mengangkat berbagai jenis sampah, seperti plastik, sampah, hingga limbah organik secara konsisten dan efektif.

Tidak hanya berhenti pada pengangkatan sampah, mahasiswa KKN UNP juga menggagas pemanfaatan kembali sampah yang terkumpul. Mereka mengolah limbah organik dan anorganik menjadi paving block yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan ramah lingkungan.Salah seorang anggota tim KKN menjelaskan, mereka mencampur sampah plastik dan organik dengan semen, lalu mencetaknya menjadi paving block. “Kami menca sampah plastik dan organik, mencampurnya dengan semen, lalu mencetaknya jadi paving block. Selain membersihkan lingkungan, kami juga menciptakan nilai ekonomis dari sampah,” jelasnya.

Paving block hasil inovasi ini dinilai memiliki kualitas yang baik untuk digunakan di area taman, trotoar, maupun jalan setapak. inisiatif ini tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.

Sarmanda, salah satu tokoh masyarakat setempat, mengapresiasi inovasi para mahasiswa KKN UNP. Ia mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa membawa dampak nyata bagi masyarakat.”Kami sangat bangga dan terbantu. Ini bukan sekedar program, tapi benar-benar solusi. Harapannya alat ini bisa diproduksi lebih banyak dan dimanfaatkan di wilayah lain juga,” katanya.

Program KKN yang semula fokus pada edukasi kini berkembang menjadi proyek teknis berbasis teknologi tepat guna. Mahasiswa juga mengadakan pelatihan pembuatan paving block kepada warga agar inovasi ini dapat terus berlanjut meskipun KKN telah berakhir.

Inovasi ini membuktikan bahwa semangat mahasiswa dalam menjawab permasalahan masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret yang berdampak luas. Beberapa warga berharap agar kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah maupun swasta.

Sandi menambahkan, mereka berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa KKN lainnya. “Kami ingin inovasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa KKN lainnya, bahwa program KKN bisa lebih dari sekedar seminar atau penyuluhan. Kami ingin hadir dan benar-benar memberi manfaat,” tutupnya pada Rabu (16/7/2025).