JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (16/4/2026) di zona hijau. Mengikuti sentimen positif dari pasar global, indeks dibuka melesat 1,04% atau 79,28 poin ke level 7.702,87.
Data RTI mencatat, sebanyak 393 saham mengalami penguatan pada awal perdagangan, sementara 135 saham melemah dan 176 lainnya bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume mencapai 3,9 miliar saham yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 1,6 triliun.
Kenaikan IHSG pagi ini ditopang oleh penguatan di seluruh 11 indeks sektoral. Sektor kesehatan (IDX-Health) mencatat performa paling impresif dengan kenaikan 2,51%. Posisi tersebut disusul oleh sektor barang baku (IDX-Basic) yang tumbuh 1,87% dan sektor teknologi (IDX-Techno) yang menguat 1,70%.
Dalam jajaran saham berkapitalisasi besar (LQ45), beberapa emiten menjadi pendorong indeks (top gainers), yakni PT Barito Putra Tbk (BRPT) yang naik 2,94% ke level Rp 2.450, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 2,79% ke Rp 4.050, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MDKA) yang menguat 2,70% ke Rp 760.
Di sisi lain, saham yang menekan indeks (top losers) di antaranya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 1,48% ke Rp 2.670, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terkoreksi 0,82% ke Rp 27.200, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 0,78% ke Rp 6.400.
Pergerakan positif IHSG ini seirama dengan tren bursa Asia-Pasifik yang mencatatkan kenaikan 0,3% dan memperpanjang reli selama tiga hari beruntun. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melonjak 1,5%, sementara kontrak berjangka S&P 500 menguat tipis 0,1%.
Optimisme pasar global dipicu oleh reli di Wall Street setelah Bank of America dan Morgan Stanley membukukan kinerja keuangan yang solid. Data menunjukkan bahwa dari sekitar 6% perusahaan yang telah merilis laporan kinerja, sebanyak 84% berhasil melampaui ekspektasi analis.
Analis Goldman Sachs menyatakan pandangan optimistis terhadap pasar berkembang berkat proyeksi pertumbuhan laba yang kuat. Permintaan sektor kecerdasan buatan (AI) diprediksi menjadi motor penggerak utama yang mampu menahan dampak gejolak harga minyak.
Ke depan, investor tengah mencermati rilis data ekonomi krusial, mulai dari laporan ketenagakerjaan Australia hingga produk domestik bruto (PDB) China. Pelaku pasar juga menanti laporan keuangan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang diprediksi akan mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 50% akibat tingginya permintaan chip AI.







