Tutup
Regulasi

IHSG Dibuka Menguat ke 7.702 Kamis 16 April Didorong Bursa Global

227
×

IHSG Dibuka Menguat ke 7.702 Kamis 16 April Didorong Bursa Global

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (16/4/2026) di zona hijau. Mengikuti sentimen positif dari pasar global, indeks dibuka melesat 1,04% atau 79,28 poin ke level 7.702,87.

Data RTI mencatat, sebanyak 393 saham mengalami penguatan pada awal perdagangan, sementara 135 saham melemah dan 176 lainnya bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume mencapai 3,9 miliar saham yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 1,6 triliun.

Kenaikan IHSG pagi ini ditopang oleh penguatan di seluruh 11 indeks sektoral. Sektor kesehatan (IDX-Health) mencatat performa paling impresif dengan kenaikan 2,51%. Posisi tersebut disusul oleh sektor barang baku (IDX-Basic) yang tumbuh 1,87% dan sektor teknologi (IDX-Techno) yang menguat 1,70%.

Dalam jajaran saham berkapitalisasi besar (LQ45), beberapa emiten menjadi pendorong indeks (top gainers), yakni PT Barito Putra Tbk (BRPT) yang naik 2,94% ke level Rp 2.450, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 2,79% ke Rp 4.050, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MDKA) yang menguat 2,70% ke Rp 760.

Di sisi lain, saham yang menekan indeks (top losers) di antaranya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 1,48% ke Rp 2.670, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terkoreksi 0,82% ke Rp 27.200, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 0,78% ke Rp 6.400.

Pergerakan positif IHSG ini seirama dengan tren bursa Asia-Pasifik yang mencatatkan kenaikan 0,3% dan memperpanjang reli selama tiga hari beruntun. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melonjak 1,5%, sementara kontrak berjangka S&P 500 menguat tipis 0,1%.

Optimisme pasar global dipicu oleh reli di Wall Street setelah Bank of America dan Morgan Stanley membukukan kinerja keuangan yang solid. Data menunjukkan bahwa dari sekitar 6% perusahaan yang telah merilis laporan kinerja, sebanyak 84% berhasil melampaui ekspektasi analis.

Analis Goldman Sachs menyatakan pandangan optimistis terhadap pasar berkembang berkat proyeksi pertumbuhan laba yang kuat. Permintaan sektor kecerdasan buatan (AI) diprediksi menjadi motor penggerak utama yang mampu menahan dampak gejolak harga minyak.

Ke depan, investor tengah mencermati rilis data ekonomi krusial, mulai dari laporan ketenagakerjaan Australia hingga produk domestik bruto (PDB) China. Pelaku pasar juga menanti laporan keuangan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang diprediksi akan mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 50% akibat tingginya permintaan chip AI.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang paruh kedua tahun 2026. Meski berbagai langkah stabilisasi telah ditempuh oleh Bank Indonesia (BI), sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal maupun domestik. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks selama sepekan lalu masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Aksi jual asing tersebut membuat pergerakan saham emiten big banks kompak ikut menurun. Diantara saham big banks yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham yang turun paling tajam adalah saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan berganti kepemilikan. Perusahaan yang bergerak di bidang industries barang dari plastik untuk pengemasan ini menjelaskan, rencana tersebut setelah pihaknya mengetahui bahwa pemegang saham pengendali lama telah menandatangani perjanjian untuk menjual seluruh sahamnya. “Kami sampaikan bahwa pada hari Senin, 25 Mei 2026, telah dilakukan penandatanganan Pengikatan Jual Beli…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan penurunan laba bersih sepanjang kuartal I tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis akhir pekan lalu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,34 triliun, menurun 21,8% secara tahunan. Ini sejalan dengan laba periode berjalan turun sebesar 17,57% secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,05 triliun. Penurunan laba bersih…