Tutup
InvestasiNews

IHSG Menguat ke Level 7.300 Didorong Sektor Energi

259
×

IHSG Menguat ke Level 7.300 Didorong Sektor Energi

Sebarkan artikel ini
ihsg-bangkit-ke-level-7.300,-sektor-energi-meroket-di-tengah-sentimen-global
IHSG Bangkit ke Level 7.300, Sektor Energi Meroket di Tengah Sentimen Global

Jakarta – Indeks harga saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan (rebound) pada penutupan perdagangan Kamis,9 April 2026. Indeks ditutup naik 0,39 persen atau 26,38 poin ke level 7.307,59.

Pemulihan IHSG terjadi pada sesi kedua perdagangan setelah sebelumnya sempat tertekan hingga menyentuh level 7.197.Aktivitas pasar mencatatkan nilai transaksi harian sebesar Rp 16,98 triliun dengan volume transaksi mencapai 290,42 juta saham dari total 2,24 juta kali transaksi.

Kenaikan indeks ditopang oleh sektor energi yang memimpin penguatan sebesar 1,17 persen. Selain itu, sektor konsumer siklikal turut menguat 0,86 persen, diikuti sektor transportasi yang naik 0,41 persen.

Di sisi lain, sejumlah sektor mengalami tekanan jual. Sektor industri mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,73 persen, disusul sektor keuangan yang terkoreksi 0,80 persen dan sektor kesehatan sebesar 0,67 persen.

Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai pergerakan pasar masih dibayangi sentimen negatif global. Salah satunya adalah kekhawatiran terkait kerentanan gencatan senjata antara AS dan Iran, menyusul berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon.

Selain faktor geopolitik, tekanan juga datang dari revisi proyeksi ekonomi domestik. Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 4,7 persen,dari perkiraan sebelumnya di level 4,8 persen.

Meski demikian, secara teknikal, IHSG dinilai masih menunjukkan ketahanan. Tim Analis Phintraco Sekuritas mencatat bahwa indeks masih bertahan di atas MA20 dengan histogram positif MACD yang terus berlanjut.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diprediksi masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren penguatan.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan (rebound) pada penutupan perdagangan Kamis, 9 April 2026. indeks ditutup naik 0,39 persen atau 26,38 poin ke level 7.307,59.

Pemulihan IHSG terjadi pada sesi kedua perdagangan setelah sebelumnya sempat tertekan hingga menyentuh level 7.197. Aktivitas pasar mencatatkan nilai transaksi harian sebesar Rp 16,98 triliun dengan volume transaksi mencapai 290,42 juta saham dari total 2,24 juta kali transaksi.

Kenaikan indeks ditopang oleh sektor energi yang memimpin penguatan sebesar 1,17 persen. Selain itu, sektor konsumer siklikal turut menguat 0,86 persen, diikuti sektor transportasi yang naik 0,41 persen.

Di sisi lain, sejumlah sektor mengalami tekanan jual. Sektor industri mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,73 persen, disusul sektor keuangan yang terkoreksi 0,80 persen dan sektor kesehatan sebesar 0,67 persen.

Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai pergerakan pasar masih dibayangi sentimen negatif global. Salah satunya adalah kekhawatiran terkait kerentanan gencatan senjata antara AS dan Iran, menyusul berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon.

Selain faktor geopolitik, tekanan juga datang dari revisi proyeksi ekonomi domestik. Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 4,7 persen, dari perkiraan sebelumnya di level 4,8 persen.

Meski demikian, secara teknikal, IHSG dinilai masih mampu bertahan di tengah berbagai sentimen yang menekan pasar modal.