Tutup
Regulasi

Latinusa (NIKL) kucurkan capex US$ 2,1 juta di 2026, fokus genjot produksi

62
×

Latinusa (NIKL) kucurkan capex US$ 2,1 juta di 2026, fokus genjot produksi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menyiapkan belanja modal atau *capital expenditure* (capex) sebesar US$ 2,1 juta untuk tahun 2026. Alokasi dana ini difokuskan untuk memperkuat operasional pabrik guna menjaga daya saing perusahaan di tengah kondisi pasar yang menantang.

Rincian penggunaan dana tersebut mencakup US$ 1,8 juta untuk mesin dan peralatan (*machinery & equipment*), serta US$ 0,3 juta untuk peralatan pendukung (*supporting equipment*).

Manajemen NIKL dalam laporan paparan publik mengungkapkan bahwa investasi ini tidak hanya ditujukan untuk pemeliharaan rutin. Dana tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi demi memenuhi standar spesifikasi pelanggan yang semakin ketat.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten. Hal ini menjadi krusial mengingat permintaan nasional saat ini masih cenderung lemah, namun menuntut standar kualitas yang lebih tinggi.

Investasi ini diharapkan mampu menjaga keandalan operasional pabrik sekaligus memperkuat posisi NIKL di industri *tinplate* nasional.

Di sisi lain, perusahaan tetap menjadikan pasar domestik sebagai fokus utama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sebagai satu-satunya produsen *tinplate* di dalam negeri dengan kapasitas produksi yang masih di bawah total permintaan nasional, NIKL optimistis dapat menjaga keberlangsungan bisnisnya.

Terkait target kinerja, NIKL memproyeksikan laba bersih sebesar US$ 3 juta dengan pendapatan mencapai US$ 160 juta pada 2026. Sebagai perbandingan, pada 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 139,83 juta dengan laba bersih mencapai US$ 973.386.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…