Tutup
News

Keponakan Rampok Nenek di Padang, Polisi Ungkap Motif

232
×

Keponakan Rampok Nenek di Padang, Polisi Ungkap Motif

Sebarkan artikel ini
nenek-di-perumdam-tunggul-hitam-dirampok,-pelaku-ternyata-keponakan-korban
Nenek di Perumdam Tunggul Hitam Dirampok, Pelaku Ternyata Keponakan Korban

Padang – Kasus perampokan disertai penganiayaan yang menimpa seorang nenek berusia 84 tahun, Guslina, di Kota Padang, menemui titik terang. Polisi berhasil mengungkap bahwa pelaku kejahatan tersebut adalah Syahrial (51), yang tak lain adalah keponakan korban sendiri.Ironisnya, Syahrial sempat mendampingi pihak kepolisian saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, kini ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Akibat penganiayaan tersebut, Guslina mengalami luka lebam di wajah hingga giginya patah.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M Yasin, mengungkapkan bahwa kecurigaan terhadap Syahrial muncul saat olah TKP.”Saat di TKP, pelaku melayani kami, menunjukkan detail isi rumah, bahkan ikut bersedih karena keluarganya jadi korban,” ungkap Yasin dalam keterangannya, Jumat (18/7).

Setelah diinterogasi selama 13 jam, Syahrial akhirnya mengakui perbuatannya. “Dalam interogasi itu cukup banyak kejanggalan keterangan pelaku. Kami cecar berbagai pertanyaan hingga akhir pelaku tidak bisa berkilah,” jelas Yasin.

Kepada polisi, Syahrial mengaku nekat melakukan aksi pencurian karena terdesak kebutuhan ekonomi untuk biaya sekolah anaknya. “Jadi pelaku berniat melakukan aksinya sesaat saja, dari pengakuannya. Karena terdesak ekonomi tadi, biaya sekolah anak. Tapi kami terus dalami,” imbuh Yasin.Kendati demikian,polisi masih terus mendalami keterangan pelaku,termasuk kemungkinan adanya motif lain,mengingat pelaku juga diketahui sebagai pengguna narkoba.

Yasin menambahkan, hubungan antara korban dan pelaku sangat dekat. Korban membesarkan pelaku di rumahnya,sehingga sudah dianggap seperti anak sendiri.Setelah menikah,pelaku pindah rumah yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban,hanya berjarak sekitar dua kilometer. “Pelaku keponakan korban, sudah dianggap anak kandung oleh korban. Pelaku besar bersama korban. Korban kecewa,” kata Yasin.

Meskipun Syahrial mengaku tidak sempat mencuri perhiasan, Guslina mengaku kehilangan kalung dan cincin dengan total 12,5 gram senilai rp 21 juta, serta uang tunai Rp 160 ribu. “Kami masih mendalami keterangan pelaku. Si pelaku mengatakan, tidak sempat mengambil barang berharga tersebut. Kami dalami, kami kumpulkan informasi,” ujar Yasin.

Syahrial mengaku panik saat melakukan perampokan, sehingga tidak bisa membuka pintu utama rumah dan akhirnya melarikan diri melalui plafon dapur. “Sempat buka paksa pintu depan, tidak bisa. Lari ke dapur, panjat plafon dapur, lalu kabur,” pungkasnya.