Tutup
Perbankan

Beasiswa Sobat Bumi Pertamina Lahirkan Perwira Adaptif Kolaboratif

279
×

Beasiswa Sobat Bumi Pertamina Lahirkan Perwira Adaptif Kolaboratif

Sebarkan artikel ini
kisah-iqbal-fauzi,-penerima-beasiswa-yang-jadi-perwira-pertamina
Kisah Iqbal Fauzi, Penerima Beasiswa yang Jadi Perwira Pertamina

Jakarta – PT Pertamina (Persero) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui programme Beasiswa Sobat Bumi. Lebih dari sekadar bantuan finansial, program ini membekali para penerima dengan keterampilan lunak (softskill) yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.Program Beasiswa sobat Bumi merupakan implementasi dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina di sektor pendidikan. bantuan yang diberikan meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, serta akses ke jaringan yang luas antara mahasiswa dan alumni penerima beasiswa dari seluruh Indonesia.

Salah satu keunggulan Beasiswa Sobat Bumi adalah adanya kegiatan wajib yang harus diikuti oleh penerima, yaitu Aksi Sobat Bumi yang berfokus pada pelestarian lingkungan, dan Desa Energi Berdikari Sobat bumi yang mendorong pemanfaatan energi terbarukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa.Iqbal Fauzi, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan penerima Beasiswa Sobat Bumi angkatan ke-8, merasakan langsung manfaat dari program ini. Saat ini, Iqbal menjadi Perwira PT Pertamina Hulu Energi melalui program Bimbingan profesi Sarjana Subholding Upstream (BPS SHU) tahun 2024.Iqbal mengungkapkan bahwa selama menjadi penerima Beasiswa Sobat Bumi (SoBI),dirinya memperoleh dua keterampilan utama yang sangat berguna dalam kariernya sebagai Perwira,yaitu kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi. Ia mencontohkan pengalamannya saat melakukan Aksi Sobat Bumi di tengah pandemi Covid-19.

“Meski kegiatan ini terlihat sederhana, proses di baliknya menuntut sinergi antar tim dan komunikasi dengan stakeholders. Inilah yang saya bawa dalam kehidupan sebagai seorang Perwira, untuk bisa tetap tenang, terbuka pada perubahan, sigap menyesuaikan diri dalam menghadapi tantangan serta mengedepankan kolaborasi demi mencapai tujuan bersama,” ujar Iqbal.Menurut Iqbal, aksi Sobat Bumi menjadi momen penting yang mengajarkannya tentang arti berbagi dan memberikan manfaat bagi orang lain. “Dari pengalaman Aksi SoBI, saya belajar bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang bisa dicapai untuk diri sendiri, tapi tentang apa yang bisa diberikan untuk orang lain,” paparnya.

Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menjelaskan bahwa Beasiswa Sobat Bumi tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendorong praktik berkelanjutan di masyarakat melalui serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building).

“Sesuai namanya Sobat Bumi, mereka didorong untuk juga menjalankan peran keberlanjutan Pertamina melalui kegiatan wajib yang dilakukan setiap tahunnya, yakni Aksi Sobat Bumi dan Desa Energi Berdikari Sobat Bumi. Dengan kegiatan tersebut, kami membina mereka agar terampil dalam mendorong praktik-praktik keberlanjutan ke masyarakat,” kata Rudi.

Rudi menambahkan, Beasiswa Sobat Bumi juga menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, selaras dengan kebijakan Asta Cita pemerintah, Lasting Growth Goals (SDGs), dan Diktisaintek Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Program Beasiswa Sobat Bumi berkontribusi pada pembangunan SDM dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dalam Asta Cita, khususnya TPB 4 (Pendidikan Berkualitas), TPB 7 (Energi Bersih), dan TPB 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Hingga tahun 2024, Beasiswa Sobat Bumi telah menjangkau 5.316 penerima dan bermitra dengan 42 perguruan tinggi dari Sumatra hingga Papua, termasuk Universitas Sumatra Utara, Institut Teknologi Bandung, Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi Balikpapan, Universitas Wiralodra, dan Universitas Cenderawasih.

Vice President Corporate Interaction Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa Pertamina secara konsisten melakukan pembinaan dan pengembangan generasi muda sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas SDM.

Fadjar mengatakan, “Sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah, generasi muda diharapkan menjadi agen perubahan yang aktif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.”