Tutup
News

Dosen Unand Berdayakan Warga Tebing Tinggi Lewat Bimtek Lebah dan Pupuk

238
×

Dosen Unand Berdayakan Warga Tebing Tinggi Lewat Bimtek Lebah dan Pupuk

Sebarkan artikel ini
dosen-unand-gelar-bimtek-budidaya-galo-galo-dan-pembuatan-pupuk-organik-di-nagari-tebing-tinggi-kabupaten-dharmasraya
Dosen Unand Gelar Bimtek Budidaya Galo-Galo dan Pembuatan Pupuk Organik di Nagari Tebing Tinggi Kabupaten Dharmasraya

TEBING TINGGI – Universitas Andalas (Unand) berupaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Dharmasraya melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Upaya ini diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek) budidaya lebah tanpa sengat (galo-galo) dan pembuatan pupuk organik padat (POP).

Bimtek budidaya galo-galo yang digelar di Kantor Wali Nagari Tebing Tinggi, Kabupaten Dharmasraya, pada Jumat (27/6/2025), diikuti oleh 25-30 peserta yang terdiri dari warga setempat, kelompok tani, dan pemuda nagari. Rudimansyah, S.Pt, M.Si, narasumber dari Unand, menyampaikan materi interaktif mengenai potensi lebah galo-galo, mulai dari pencarian koloni, penumbuhan, pemanenan, hingga pemanfaatannya sebagai potensi ekonomi melalui produk madu dan propolis. sesi tanya jawab interaktif pun turut memeriahkan acara.

Rusdimansyah menjelaskan bahwa budidaya galo-galo sangat potensial dikembangkan di Sumatera Barat karena mudah dipelihara, tidak berbahaya, tidak menyengat, serta menghasilkan madu dengan nilai jual tinggi.”Budidaya galo-galo sangat potensial dikembangkan di lingkungan kita terutama di Sumatera Barat karena mudah dipelihara, tidak berbahaya dan tidak menyengat, serta menghasilkan madu dengan nilai jual tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, pelatihan pembuatan pupuk organik padat dilaksanakan di kediaman warga di Jorong Sidomulyo, dengan melibatkan 30-40 peserta dalam praktik langsung. Dr. Ely Vebrianty, S.Pt, M.Si, dosen pakar Unand, mendemonstrasikan tahapan pembuatan pupuk organik, mulai dari pencampuran kotoran sapi dengan larutan EM4 hingga proses fermentasi. “Praktik ini penting karena bisa membantu masyarakat memanfaatkan limbah ternak menjadi produk yang bermanfaat untuk pertanian, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” kata Dr. Ely Vebrianty.

Ediset, S.Pt., M.Si, selaku ketua program pengabdian masyarakat Universitas Andalas, menjelaskan bahwa kedua kegiatan ini bertujuan mendorong kemandirian masyarakat desa dalam bidang pertanian dan peternakan berbasis sumber daya lokal.Masyarakat menyambut antusias kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut.

Ruwadi, peternak sapi sekaligus tuan rumah pelatihan di Jorong Sidomulyo, mengungkapkan bahwa selama ini mereka sudah biasa menggunakan pupuk organik, namun belum difermentasi. “Sebetulnya kami sudah biasa menggunakan pupuk organik, tapi yang belum difermentasi. Dengan pelatihan ini,kami sangat berharap bisa memproduksi pupuk fermentasi sendiri sebagai pengganti pupuk organik yang kini sulit didapat. Kalau ini berhasil, tentu bisa menekan biaya produksi tanaman seperti padi dan sayur-sayuran,” ungkapnya.

Kegiatan Bimtek ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang (kabid) Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kabupaten Dharmasraya, Tenaga Ahli pembangunan kabupaten dharmasraya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan pemerintahan Nagari Tebing Tinggi. Sekretaris Nagari Tebing Tinggi, Nawirman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi dosen Unand dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warganya. Kabid Pemberdayaan DPM, Ngalimin, berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan di berbagai nagari di Kabupaten Dharmasraya.