Tutup
NewsRegulasi

Prabowo Genjot Pembangkit Hijau: Targetkan Energi Terbarukan Kuasai Listrik 10 Tahun!

285
×

Prabowo Genjot Pembangkit Hijau: Targetkan Energi Terbarukan Kuasai Listrik 10 Tahun!

Sebarkan artikel ini
prabowo-mau-semua-pembangkit-listrik-pakai-energi-hijau-dalam-10-tahun
Prabowo Mau Semua Pembangkit Listrik Pakai Energi Hijau dalam 10 Tahun

Jakarta – Ambisi besar diusung Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai negara terdepan dalam pemanfaatan energi bersih secara global. Targetnya, seluruh pembangkit listrik di Indonesia akan beralih ke energi baru terbarukan (EBT) dalam satu dekade mendatang.

Dalam Pidato Presiden dalam Rangka Penyampaian RAPBN 2026 dan Nota keuangan di kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8), Prabowo mendorong optimalisasi sumber daya alam Indonesia seperti tenaga surya, hidro, panas bumi, dan bioenergi untuk mencapai target ambisius tersebut.

“Kita harus capai 100 persen pembangkitan listrik dari energi baru dan terbarukan dalam waktu 10 tahun atau lebih cepat,” tegas Prabowo.

Prabowo menambahkan, banyak negara lain menargetkan transisi energi baru akan terwujud pada tahun 2060. Namun, ia meyakini Indonesia mampu merealisasikannya lebih cepat dari perkiraan tersebut.

Sebagai wujud komitmen terhadap transformasi energi, Prabowo memastikan APBN 2026 akan mengalokasikan dana untuk subsidi, insentif perpajakan, hingga pengembangan EBT.”Dukungan fiskal pemerintah, yaitu Rp 402,4 triliun untuk pertahanan energi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Prabowo juga telah meresmikan sejumlah proyek EBT, termasuk proyek pembangkit listrik berbasis EBT di 15 provinsi dengan total investasi mencapai Rp 25 triliun.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis (26/6/2025), saya Prabowo Subianto Presiden RI meresmikan pengoperasian dan pembangunan energi terbarukan di 15 provinsi dan peningkatan produksi minyak 30 ribu barel blok Cepu, serta peletakan batu pertama 5 pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia,” kata Prabowo saat peresmian.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa kontribusi EBT dalam bauran energi Indonesia per Mei 2025 baru mencapai 14,2 persen atau 24,1 TWh. Angka ini masih di bawah target pemerintah tahun 2025 sebesar 15,7 persen.

Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas EBT sebesar 42,5 GW dalam Rencana Usaha penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Selain itu, direncanakan pula pembangunan storage atau penyimpanan energi sebesar 10,2 GW hingga tahun 2034.