Tutup
News

BI Percaya Ekonomi RI Tumbuh Positif di 2025

232
×

BI Percaya Ekonomi RI Tumbuh Positif di 2025

Sebarkan artikel ini
bi-pede-ekonomi-indonesia-2025-bisa-tembus-5-persen
BI Pede Ekonomi Indonesia 2025 Bisa Tembus 5 Persen

Yogyakarta – Di tengah ancaman perlambatan ekonomi global, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Departemen kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) bank Indonesia,juli Budi Winantya,menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Sinergi dan koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sesuai dengan kapasitas perekonomian nasional,” ujarnya di Yogyakarta, Jumat (22/8/2025).

Optimisme terhadap ketahanan ekonomi Indonesia tetap tinggi, meskipun di tengah perlambatan global akibat perang tarif yang dipicu oleh Amerika Serikat (AS). BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik akan tetap stabil dan menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.

Kinerja ekonomi pada triwulan II 2025 menjadi salah satu indikator yang menguatkan proyeksi tersebut. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan I 2025 yang sebesar 4,87% (yoy). Peningkatan ini didorong oleh investasi yang mulai menggeliat, konsumsi rumah tangga yang membaik seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat, serta ekspor yang terdorong oleh kebijakan front-loading ke AS menjelang penerapan tarif baru.

juli Budi Winantya menambahkan, prospek ekonomi Indonesia ke depan tetap menjanjikan. ia menjelaskan, “Dengan realisasi triwulan II 2025, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 diprakirakan akan berada di atas titik tengah kisaran 4,6-5,4%.”

Peran belanja pemerintah, terutama melalui program-program prioritas, diyakini akan menjadi motor penggerak utama aktivitas ekonomi domestik. “Dalam kaitan ini, belanja pemerintah termasuk melalui implementasi program prioritas pemerintah, dapat memberikan dukungan terhadap peningkatan kegiatan ekonomi domestik,” kata Juli.

Dari sisi kebijakan moneter, BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan nilai tukar Rupiah, sambil tetap memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang akomodatif. “dari sisi Bank Indonesia, bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran terus dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan rendahnya inflasi dan terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah,” tutur Juli.

Di tingkat global, BI mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 berpotensi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, yaitu sekitar 3,0%.Pelemahan ini terutama disebabkan oleh meluasnya implementasi tarif resiprokal oleh AS,yang sejak 7 Agustus 2025 telah mencakup 70 negara,meningkat dari sebelumnya 44 negara.

Ekonomi India juga mengalami tekanan akibat tarif yang lebih tinggi, sementara prospek ekonomi AS melemah karena penurunan permintaan domestik. Namun,di sisi lain,Eropa,Jepang,dan China diperkirakan akan mencatatkan kinerja yang lebih baik berkat kesepakatan tarif yang lebih rendah dan dukungan belanja fiskal.

Tren global ini mendorong banyak bank sentral untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar, kecuali jepang. Menanggapi berbagai perkembangan tersebut,BI tetap menekankan pentingnya kewaspadaan. Ketidakpastian di pasar keuangan global masih tinggi dan berpotensi berdampak pada ekonomi dalam negeri.meskipun demikian, stabilitas domestik yang terjaga dan koordinasi kebijakan yang baik diyakini akan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas titik tengah proyeksi.