Tutup
News

Co-Firing Biomassa di PLTU: Strategi PLN Capai Target Emisi

402
×

Co-Firing Biomassa di PLTU: Strategi PLN Capai Target Emisi

Sebarkan artikel ini
tinjau-co-firing-biomassa-di-pltu-lontar,-aspebindo-dukung-target-endc-2030
Tinjau Co-Firing Biomassa di PLTU Lontar, Aspebindo Dukung Target eNDC 2030

Jakarta – Penggunaan biomassa sebagai campuran batu bara di PLTU menjadi semakin penting untuk mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) nasional.Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menekankan perlunya kolaborasi antara PLN dan pelaku usaha untuk memastikan pasokan biomassa yang berkelanjutan.

Ketua Umum Aspebindo, Anggawira, menyatakan sinergi antara pelaku usaha dan PLN sangat penting untuk memenuhi target pasokan biomassa ke PLTU.

PLN EPI telah aktif menyediakan biomassa sejak 2023 dan terus meningkatkan konsumsi co-firing biomassa.

Pada tahun 2025,konsumsi biomassa untuk co-firing telah melampaui 3 juta ton,berhasil mengurangi emisi dari sektor ketenagalistrikan sebesar lebih dari 3,316 juta ton CO₂e.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa program co-firing menjadi strategi utama dalam mencapai target enhanced Nationally Determined Contribution (eNDC) 2030 sektor energi.

Pemerintah menargetkan pemanfaatan 9 juta ton biomassa pada tahun 2030 sebagai bagian dari program pengurangan emisi GRK.

PLTU Lontar di bawah Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Banten 3 menjadi contoh implementasi co-firing.

Senior Manager UBP Banten 3, Ria Indrawan, mengungkapkan bahwa unit ini mampu menyerap hingga 5 persen biomassa dalam proses co-firing.

“Setiap harinya kami dapat menampung hingga 7.000 ton biomassa untuk co-firing,” ujarnya, menegaskan kesiapan teknologi dan operasional dalam mendukung energi hijau.

Ketua Satgas Pangan BPP HIPMI, M Hadi Nainggolan, menambahkan bahwa keberhasilan co-firing bergantung pada ekosistem pasokan biomassa yang terintegrasi.

“Kunci keberhasilan bisnis biomassa adalah membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” katanya, menekankan pentingnya menggandeng pelaku industri sektor biomassa.