Tutup
News

Menaker Latih SDM, Sambut Ekonomi Hijau Berkelanjutan

194
×

Menaker Latih SDM, Sambut Ekonomi Hijau Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
menaker-sebut-transisi-hijau-momentum-pacu-transformasi-ketenagakerjaan
Menaker Sebut Transisi Hijau Momentum Pacu Transformasi Ketenagakerjaan

Jakarta – Pemerintah memandang transisi menuju ekonomi hijau sebagai momentum penting untuk mentransformasi sektor ketenagakerjaan nasional.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan, transisi hijau bukan hanya agenda lingkungan.

Namun, transisi ini juga membuka peluang besar bagi penciptaan lapangan kerja yang layak.

Selain itu, transisi hijau juga dapat memperkuat kompetensi tenaga kerja.

“Transisi hijau hanya akan berhasil jika tenaga kerja kita siap beradaptasi dengan perubahan,” kata Yassierli, Minggu (12/10/2025).

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan seluruh pekerja memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan.

Peningkatan keterampilan ini agar pekerja dapat berpartisipasi aktif dalam sektor ekonomi hijau.

Yassierli menambahkan, keberhasilan transisi hijau sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Kemnaker terus mempercepat program peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui upskilling dan reskilling.

Program ini difokuskan pada pengembangan keterampilan hijau.

Kemnaker juga memperluas kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, serta organisasi internasional.

Tujuannya adalah memperkuat ekosistem pelatihan hijau.

Melalui kerja sama tersebut, pelatihan hijau diharapkan menjangkau lebih banyak daerah.

Selain itu, kemnaker mempercepat transformasi Balai latihan Kerja (BLK) menjadi pusat pelatihan adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan.

“Transformasi BLK merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja menghadapi perubahan struktur ekonomi,” ujar Yassierli.

Melalui pelatihan hijau, pemerintah ingin menciptakan SDM yang tangguh, kompeten, dan berdaya saing dalam pembangunan berkelanjutan.

yassierli menekankan, transisi menuju ekonomi hijau harus berpusat pada manusia.

Pemerintah memastikan setiap pekerja terlindungi dan tidak ada yang tertinggal dalam proses perubahan ini.

“Transisi hijau bukan semata agenda lingkungan, melainkan bagian dari strategi nasional untuk menciptakan pekerjaan berkualitas, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.