Tutup
Regulasi

Daftar Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi 15 April

59
×

Daftar Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi 15 April

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya harus mengakhiri tren penguatan yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut. Pada perdagangan Rabu (15/4/2026), indeks ditutup melemah setelah ditekan oleh aksi jual investor asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Padahal, pada pembukaan perdagangan, indeks sempat bergerak di zona hijau.

Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya tekanan jual, terutama di paruh kedua sesi perdagangan. Sepanjang hari, IHSG bergerak cukup fluktuatif dengan menyentuh level tertinggi di 7.773 dan level terendah di 7.623.

Aksi investor asing menjadi sentimen negatif utama yang menyeret indeks ke zona merah. Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih (*net sell*) hingga Rp1,16 triliun.

Secara keseluruhan, volume perdagangan saham mencapai 51,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp22,61 triliun. Meskipun indeks melemah, pergerakan saham di pasar cenderung variatif dengan rincian 292 saham terkoreksi, 380 saham menguat, dan 149 saham stagnan.

Kendati terjadi *net sell* secara keseluruhan, investor asing masih melakukan akumulasi beli pada sejumlah saham tertentu. Berikut adalah 10 saham dengan nilai *net buy* asing terbesar pada perdagangan Rabu:

1. PT Astra International Tbk (ASII): Rp199,38 miliar
2. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Rp109,09 miliar
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp67,47 miliar
4. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp65,84 miliar
5. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Rp55,54 miliar
6. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Rp55,21 miliar
7. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp38,82 miliar
8. PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp27,39 miliar
9. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Rp25,52 miliar
10. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN): Rp21,58 miliar

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengambil keputusan bisnis yang cukup penting, yakni bakal menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan…