Tutup
Teknologi

AI bikin Bisnis Makin Canggih tapi Hacker juga Makin Ganas

85
×

AI bikin Bisnis Makin Canggih tapi Hacker juga Makin Ganas

Sebarkan artikel ini

Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri.

Dari peningkatan efisiensi operasional hingga pengambilan keputusan berbasis data, AI telah menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, di balik percepatan tersebut, muncul tantangan baru yang tidak bisa diabaikan. Seiring dengan meningkatnya adopsi AI, organisasi kini harus mengelola lebih banyak sistem, lebih banyak data, serta konektivitas yang semakin luas antar lingkungan IT.

Kondisi ini membuat infrastruktur teknologi menjadi semakin kompleks dan pada saat yang sama, memperbesar potensi risiko keamanan.

“Banyak perusahaan fokus memanfaatkan AI untuk efisiensi, tapi lupa bahwa teknologi yang sama juga digunakan oleh hacker. Pertanyaannya bukan lagi apakah akan diserang, tapi kapan?” kata Country Manager Synology Indonesia, Clara Hsu, di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

AI tidak lagi dipandang sebagai teknologi eksperimental. Investasi global yang terus meningkat menunjukkan bahwa AI telah menjadi fondasi dalam mendorong akselerasi digital perusahaan. Namun, teknologi ini juga membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan siber.

Dengan AI, proses serangan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diotomatisasi, mulai dari pemindaian sistem hingga penyusunan strategi serangan.

“AI membuat serangan menjadi lebih cepat, lebih personal, dan lebih sulit dideteksi. Ini yang membuat ancaman siber hari ini jauh berbeda dari sebelumnya,” jelas Clara.

Pola serangan seperti phishing, pencurian kredensial, dan ransomware masih menjadi metode utama. Namun pendekatannya kini jauh lebih canggih. Serangan phishing, misalnya, kini dapat disusun secara sangat personal.

Pesan yang dikirim tidak lagi terlihat generik, melainkan disesuaikan dengan konteks pekerjaan, jabatan, bahkan gaya komunikasi target. Hal ini membuat serangan menjadi jauh lebih meyakinkan dan sulit dikenali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah kredensial berhasil diperoleh, pelaku dapat masuk ke dalam sistem dan bergerak secara tersembunyi. Dalam banyak kasus, serangan tidak langsung dilakukan.

Pelaku justru menunggu momen yang paling kritis seperti akhir kuartal atau periode bisnis sibuk untuk meluncurkan ransomware dan memaksimalkan dampak terhadap operasional.

Halaman Selanjutnya

Dari backup ke cyber resilience