Tutup
EkonomiNewsPariwisata

Purbaya Usut Tuntas Tunggakan Proyek Kementerian Ratusan Miliar

174
×

Purbaya Usut Tuntas Tunggakan Proyek Kementerian Ratusan Miliar

Sebarkan artikel ini
purbaya-sisir-proyek-kementerian-belum-dibayar-senilai-hampir-rp-400-miliar
Purbaya Sisir Proyek Kementerian Belum Dibayar Senilai Hampir Rp 400 Miliar

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji akan menindaklanjuti tunggakan pembayaran pemerintah kepada pelaku usaha MICE, event, dan multievent.

Nilai tunggakan yang belum diselesaikan selama lebih dari empat tahun itu mencapai hampir rp 400 miliar.

Purbaya menegaskan akan memeriksa kembali penanganan masalah tersebut. Tujuannya, memastikan penyelesaian yang adil bagi semua pihak terkait.

“Nanti segera saya cek, karena 2021 kan saya belum tahu (belum jadi Menteri Keuangan). Soal ini belum sampai ke saya juga,” kata Purbaya, Kamis (23/10/2025).

Purbaya mengaku pernah mendengar ada vendor atau kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah atau kementerian yang belum dibayar. Padahal, proyek tersebut sudah selesai dilaksanakan.

Dia berjanji akan melihat data terlebih dahulu dan berupaya untuk menyelesaikannya.

“Saya akan lihat sudah sampai mana penanganannya dan akan saya pelajari untuk diselesaikan,” ujarnya.

sebelumnya, pelaku usaha yang tergabung dalam Indonesia Congress and Convention Association (INCCA) dan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) mengeluhkan pembayaran event pemerintah yang belum dibayarkan.Salah satu contohnya adalah pembayaran untuk PON XX Papua tahun 2021 yang hingga kini belum lunas.

Ketua Umum DPP INCCA Iqbal Alan Abdullah mengungkapkan, utang PON Papua yang belum dibayarkan mencapai Rp 340 miliar. Utang ini menimpa pelaku usaha kecil dan menengah, mulai dari katering, kontraktor pameran, hingga transportasi.

selain itu, ada juga utang Perpanas XVII tahun 2021 yang juga digelar di Papua sebesar Rp 58 miliar. Total utang mencapai hampir Rp 400 miliar.

menurut Iqbal, keterlambatan pembayaran ini berdampak serius terhadap keberlangsungan usaha anggota mereka. Mayoritas anggota INCCA mengandalkan arus kas jangka pendek untuk operasional.

Iqbal berharap Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya bisa segera menindaklanjuti dan melunasi kewajiban kepada para vendor.

“Ini supaya anggota kami ini bisa bergerak kembali, dan roda bisnis secara nasional juga bisa berputar demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja,” pungkasnya.