Tutup
News

Mahyeldi Dorong Transisi Energi Sumbar, FGD Digelar

228
×

Mahyeldi Dorong Transisi Energi Sumbar, FGD Digelar

Sebarkan artikel ini
sumbar-dorong-akselerasi-transisi-energi,-mahyeldi-buka-fgd-pengembangan-energi-terbarukan
Sumbar Dorong Akselerasi Transisi Energi, Mahyeldi Buka FGD Pengembangan Energi Terbarukan

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) tancap gas mempercepat transisi energi nasional. Targetnya, bauran energi primer dari Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 58,29 persen pada 2030.

Komitmen ini diperkuat melalui Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Pengembangan Energi Terbarukan di Hotel Santika Padang, Kamis (20/11/2025).

gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, membuka langsung forum strategis tersebut.

hadir secara daring Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Prof. Eniya Listiani Dewi.

Turut hadir direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE, Gigih Udi Atmo, Direktur Aneka EBT, Andriah Feby Misna, kepala daerah se-Sumbar, jajaran OPD, dan pemangku kepentingan energi lainnya.

Mahyeldi mengapresiasi langkah Ditjen EBTKE menjadikan Sumbar sebagai lokasi FGD.

“FGD ini menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah dan merumuskan tindak lanjut konkret demi memperkuat implementasi kebijakan transisi energi di daerah,” kata Mahyeldi.

Agenda energi terbarukan ini selaras dengan RPJMD Provinsi Sumbar 2025-2029, khususnya misi lumbung Pangan Nasional dan Ekonomi Berkelanjutan.

“Dalam lima tahun ke depan, kita membutuhkan tambahan sekitar 27,7 persen dari capaian saat ini yang sudah mencapai 30,59 persen,” ungkap Mahyeldi.

Sumbar memiliki potensi EBT yang sangat besar, meliputi energi air, panas bumi, bioenergi, energi angin, dan energi surya.

“Ini peluang besar sekaligus tantangan yang harus kita jawab bersama,” ujar Mahyeldi.

Namun, masih ada kendala investasi seperti keterbatasan perizinan, koordinasi lintas sektor yang lemah, serta tantangan sosial dan lingkungan.

“Karena itu, perlu pemahaman bersama dan kerja kolaboratif agar semua hambatan dapat diselesaikan dengan baik,” tegasnya.

Dirjen EBTKE, Prof. Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa energi terbarukan adalah solusi strategis masa depan bangsa.

Sumbar dinilai penting karena sebagian besar pasokan listriknya telah bersumber dari EBT, seperti PLTA Maninjau.

“Sumbar sudah memberikan kontribusi besar bagi pembangkit nasional. Kami berharap kontribusi ini terus meningkat,” ujarnya.

Pemerintah pusat menargetkan porsi energi terbarukan mencapai 35 persen dalam bauran energi nasional pada 2034, terutama dari PLTS, hidro, dan panas bumi.

“Sumatera Barat punya potensi besar menjadi lumbung energi baru terbarukan,” tegasnya.

Sinergi pusat dan daerah sangat penting untuk mewujudkan target swasembada energi sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Targetnya, paling lambat 2030 seluruh rakyat Indonesia harus menikmati listrik.