Properti

Suntik Modal Anak Usaha, Prospek Kinerja CBDK Tetap Cerah di 2026

40
×

Suntik Modal Anak Usaha, Prospek Kinerja CBDK Tetap Cerah di 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) terus memperkuat struktur permodalan anak usahanya guna menjaga momentum pertumbuhan kinerja sepanjang tahun 2026. Langkah strategis ini mencakup serangkaian penyuntikan modal ke beberapa entitas anak perusahaan untuk mendukung operasional dan pengembangan proyek.

Berdasarkan keterbukaan informasi per 8 Juli 2026, perseroan melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor pada PT Industri Pameran Nusantara (IPN). Emiten properti ini menyuntikkan dana sebesar Rp90,10 miliar melalui penerbitan 5,3 juta saham seri B baru.

Aksi korporasi tersebut meningkatkan total modal disetor IPN dari Rp2,55 triliun menjadi Rp2,64 triliun. Perseroan tetap mempertahankan porsi kepemilikan mayoritas sebesar 99,99% di dalam entitas anak tersebut.

Selain IPN, CBDK juga mengalirkan modal tambahan ke PT Samudra Mega Utama (SMU). Peningkatan modal dasar SMU dilakukan sebesar Rp38,4 miliar, sehingga total modal dasar entitas tersebut kini mencapai Rp39,6 miliar.

SMU menerbitkan 23.001 saham baru dengan nilai nominal Rp600.000 per saham. Penyetoran modal ini membawa modal disetor SMU meningkat signifikan dari Rp600 juta menjadi Rp14,4 miliar, dengan kepemilikan CBDK tetap di angka 99,90%.

Sebelumnya, perseroan juga telah melakukan langkah serupa pada PT Citra Kirana Bisnis Distrik (CKBD). CBDK menyuntikkan dana sebesar Rp105,65 miliar melalui penerbitan saham baru di CKBD.

Aksi ini meningkatkan modal disetor CKBD dari Rp100 juta menjadi Rp105,75 miliar. Dengan demikian, struktur kepemilikan perseroan di CKBD tetap terjaga di level 99%.

Secara fundamental, CBDK mencatatkan performa gemilang pada kuartal I 2026 dengan pendapatan mencapai Rp743 miliar, tumbuh 74% secara tahunan. Laba bersih perseroan bahkan melonjak 317% secara tahunan menjadi Rp542 miliar.

Hingga saat ini, perseroan telah merealisasikan 28% dari target marketing sales tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp563 miliar. Analis menilai kinerja kuartal II 2026 akan menjadi penentu apakah tren positif tersebut dapat berlanjut secara stabil.

Analis menilai suntikan modal ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek pipeline proyek ke depan. Langkah ini juga dipandang sebagai sinyal positif bagi pasar di tengah tantangan suku bunga acuan BI yang berada di level 5,75%.

Meski demikian, sektor properti masih menghadapi tekanan dari biaya kredit pemilikan rumah (KPR) yang lebih tinggi. Volatilitas saham yang tipis juga menjadi faktor yang perlu dicermati oleh para investor.

Para pengamat pasar melihat prospek CBDK tetap menarik untuk cakrawala investasi 12 hingga 18 bulan ke depan. Dukungan proyek strategis seperti tol dan utilisasi fasilitas lain diproyeksikan menjadi katalis utama bagi pertumbuhan perseroan.

Sentimen positif dari rekam jejak grup pengembang besar di belakang perseroan turut memberikan kepercayaan bagi pelaku pasar. Saat ini, rekomendasi trading buy diberikan dengan target harga di level Rp3.500 per saham.