CSRNewsPendidikan

Sumbar Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Mitigasi Risiko Bencana

47
×

Sumbar Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Mitigasi Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini
tobat-ekologis-dicanangkan-gubernur-mahyeldi-dan-menteri-lingkungan-hidup
Tobat Ekologis Dicanangkan Gubernur Mahyeldi dan Menteri Lingkungan Hidup

Padang Pariaman – Politeknik Pelayaran Sumatera Barat menjadi lokasi pencanangan Gerakan Tobat Ekologis yang dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, dan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, pada Selasa (14/7/2026).

Aksi penanaman pohon ini merupakan strategi mitigasi pemerintah dalam menekan risiko bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di wilayah Sumatera Barat.

Menteri Jumhur Hidayat mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi aktif dalam memulihkan kerusakan alam serta menjaga keseimbangan ekosistem global.

Ia menekankan agar setiap individu dan lembaga mengoptimalkan pengaruh mereka guna mendukung rehabilitasi lahan kritis dan penerapan ekonomi hijau secara nasional.

Gubernur Mahyeldi menilai inisiatif ini sebagai langkah mendesak untuk meminimalisir ancaman banjir dan longsor di wilayahnya demi keselamatan generasi mendatang.

Sebagai wujud dukungan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mewajibkan seluruh instansi pemerintah dan sekolah melakukan pengelolaan sampah mandiri guna memperingan beban di tempat pemrosesan akhir.

Mahyeldi secara khusus memuji inovasi HSSEC di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang sukses mengolah sampah menjadi pupuk organik dan maggot bernilai ekonomis.

Ia berharap model pengelolaan lingkungan berbasis kampus tersebut dapat segera diadopsi oleh berbagai instansi lain di Sumatera Barat.

Dalam agenda tersebut, PT PLN UID Sumbar turut menyerahkan bantuan 5.000 bibit kelapa untuk memperkuat program ketahanan pangan.

PT Semen Padang juga menyalurkan 3.300 bibit mangrove sebagai upaya rehabilitasi kawasan pantai dan penguatan ekosistem pesisir.

Sinergi antara sektor pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat ini diharapkan mampu membentuk ketahanan wilayah yang tangguh dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.