Tutup
KoperasiNewsPerbankan

Menteri UMKM Arahkan KUR: Tepat Guna, Bangun Usaha

324
×

Menteri UMKM Arahkan KUR: Tepat Guna, Bangun Usaha

Sebarkan artikel ini
menteri-umkm:-kur-harus-tepat-salur-dan-bertanggung-jawab
Menteri UMKM: KUR Harus Tepat Salur dan Bertanggung Jawab

Semarang – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Maman Abdurrahman menekankan pentingnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tepat sasaran. Ia juga meminta tanggung jawab bersama antara bank penyalur dan pelaku UMKM penerima.

Hal ini disampaikan Menteri maman usai membuka program Kumitra di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/11/2025).

Menurutnya, bantuan pembiayaan harus dibarengi kemampuan mengelola keuangan agar usaha berkembang.

Menteri Maman menyoroti masih banyak pengusaha mikro yang rentan mengalami kendala keuangan. Hal ini disebabkan kurangnya disiplin dan literasi keuangan.

Oleh karena itu, pendampingan menjadi bagian penting dalam penyaluran KUR.

“Program Kumitra hadir untuk memperkuat kemitraan dengan usaha mikro sekaligus memberikan pemahaman mengenai cara mengelola pendanaan agar usahanya berhasil tumbuh,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar pengusaha UMKM bertanggung jawab atas pinjaman yang diterima. dana KUR harus dimanfaatkan untuk pengembangan usaha agar terhindar dari kredit macet dan daftar hitam.

Di sisi lain, Menteri Maman meminta lembaga keuangan menyalurkan KUR sesuai ketentuan.Pinjaman UMKM di bawah Rp 100 juta wajib bebas agunan.

Kekhawatiran bank terhadap kemampuan bayar UMKM sering menjadi alasan penolakan KUR.

“Pemerintah memberikan subsidi bunga kepada bank penyalur KUR. Tugas bank adalah mengalokasikan sebagian subsidi itu untuk pendampingan dan pembinaan agar UMKM dapat melunasi pinjamannya,” tegasnya.

Kementerian Koperasi dan UKM akan memastikan transparansi dan kepatuhan proses penyaluran KUR oleh perbankan.Menteri Maman tak segan menjatuhkan sanksi bagi pihak yang melanggar aturan KUR.

Ia juga meminta kepala daerah proaktif mengusulkan UMKM yang layak menerima KUR melalui dinas terkait. Peran daerah sangat penting dalam memfasilitasi komunikasi antara pelaku UMKM dan bank penyalur.

“Pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi menjadi jembatan komunikasi antara UMKM dan bank penyalur KUR,” kata Maman.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan komitmennya untuk mendorong 4,2 juta UMKM di wilayahnya agar semakin berdaya.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi penerima manfaat KUR terbesar pada 2025. Total penyaluran mencapai Rp41 triliun kepada lebih dari 791 ribu UMKM.

“Tumbuh kembangnya UMKM Jawa Tengah turut memperkuat perekonomian nasional dan mengurangi angka pengangguran,” pungkas Gubernur luthfi.