Tutup
NewsPendidikanPeristiwa

Unand Bantu Korban Banjir, Berikan Keringanan UKT

195
×

Unand Bantu Korban Banjir, Berikan Keringanan UKT

Sebarkan artikel ini

Kunjungan ini bertujuan memastikan kondisi terkini korban dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

hadir-di-tengah-duka-pesisir-selatan,-rektor-unand-bawa-tim-medis-dan-bantuan-kemanusiaan
Hadir di Tengah Duka Pesisir Selatan, Rektor UNAND Bawa Tim Medis dan Bantuan Kemanusiaan

Pesisir Selatan – Rektor Universitas Andalas (UNAND), Efa Yonnedi, meninjau langsung lokasi banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pesisir selatan, Sumatera Barat, Minggu (21/12/2025).

Kunjungan ini bertujuan memastikan kondisi terkini korban dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Efa yonnedi didampingi wakil Rektor II, Hefrizal Handra, dan Sekretaris Universitas, Aidinil Zetra.

Rombongan UNAND mengunjungi posko pengungsian di Kecamatan Bayang Utara yang menampung 251 warga terdampak.

Rektor berdialog dengan pengungsi dan mendengarkan langsung kebutuhan mendesak mereka.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk empati dan kepedulian Universitas Andalas,” kata Efa Yonnedi.

“Kami ingin memastikan UNAND hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam situasi darurat seperti ini,” lanjutnya.

UNAND juga memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana.

“Kami memahami bahwa beban ekonomi pascabencana sangat berat. Karena itu, UNAND berkomitmen memberikan keringanan UKT agar keberlanjutan pendidikan mahasiswa tetap terjaga,” ujar Efa Yonnedi.

Sebagai respons tanggap darurat, UNAND telah mendirikan enam Posko Tanggap Bencana di berbagai wilayah Sumatera Barat, termasuk di Kecamatan Bayang Utara.

Setiap posko didukung 20 tenaga kesehatan per hari,termasuk dokter umum,dokter spesialis,tenaga farmasi,perawat,ahli gizi,psikolog,dan mahasiswa bidang kesehatan.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum,pemantauan status gizi,pemeriksaan kolesterol,hingga pemberian obat-obatan gratis.

UNAND juga memberikan perhatian pada kesehatan mental korban melalui program trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Rektor UNAND menyerahkan bantuan logistik berupa paket sembako dan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.