Tutup
Regulasi

PDB Ekonomi Kreatif Melesat: Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional!

383
×

PDB Ekonomi Kreatif Melesat: Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional!

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Sektor ekonomi kreatif menunjukkan taringnya dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional pada periode 2022 hingga 2024.

Meskipun sempat mengalami perlambatan pada 2023, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya optimis sektor ini akan terus menjadi mesin penggerak ekonomi.

“Meskipun terjadi perlambatan di tahun 2023, ekonomi kreatif tetap tumbuh sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional dan kembali menguat signifikan pada tahun 2024,” ujar Teuku Riefky dalam acara Ekraf Annual Report 2025 di Jakarta, Senin (22/12/2025).

Data menunjukkan PDB ekonomi kreatif pada 2022 mencapai 6,81 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,31 persen.

Sempat melambat menjadi 5,05 persen pada 2023, PDB kembali melonjak menjadi 6,57 persen pada 2024, sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5,03 persen.

Secara nilai, PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sektor ekonomi kreatif juga terus meningkat, dari Rp 1.370,4 triliun pada 2022 menjadi Rp 1.611,2 triliun pada 2024.

“Hal ini mengindikasikan peran strategis sektor ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Teuku Riefky.

Pada 2026 ini, pemerintah menargetkan laju pertumbuhan PDB ekonomi kreatif sebesar 5,3 hingga 5,54 persen.

“BPS (Badan Pusat Statistik) akan mengeluarkan data di awal tahun di sekitar bulan Februari 2027,” imbuhnya.

Selain itu, Kementerian Ekonomi Kreatif juga mencatat kinerja positif pada beberapa indikator utama di tahun 2025.

Investasi di sektor ini mencapai Rp 132 triliun dari triwulan I sampai III, menyumbang 9 persen dari total investasi asing di Indonesia.

Nilai ekspor juga melampaui target RPJMN 2025, mencapai US$ 26,69 miliar dalam triwulan I sampai III.

Sektor ekonomi kreatif juga berhasil menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada periode yang sama, melampaui target RPJMN sebesar 25,55 juta orang.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang paruh kedua tahun 2026. Meski berbagai langkah stabilisasi telah ditempuh oleh Bank Indonesia (BI), sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal maupun domestik. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks selama sepekan lalu masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Aksi jual asing tersebut membuat pergerakan saham emiten big banks kompak ikut menurun. Diantara saham big banks yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham yang turun paling tajam adalah saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan berganti kepemilikan. Perusahaan yang bergerak di bidang industries barang dari plastik untuk pengemasan ini menjelaskan, rencana tersebut setelah pihaknya mengetahui bahwa pemegang saham pengendali lama telah menandatangani perjanjian untuk menjual seluruh sahamnya. “Kami sampaikan bahwa pada hari Senin, 25 Mei 2026, telah dilakukan penandatanganan Pengikatan Jual Beli…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan penurunan laba bersih sepanjang kuartal I tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis akhir pekan lalu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,34 triliun, menurun 21,8% secara tahunan. Ini sejalan dengan laba periode berjalan turun sebesar 17,57% secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,05 triliun. Penurunan laba bersih…