Tutup
Regulasi

Top Gainers: INCO, NETV, HRTA Pimpin Daftar Saham Mingguan

311
×

Top Gainers: INCO, NETV, HRTA Pimpin Daftar Saham Mingguan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode 22-24 Desember 2025, sejumlah saham justru mencatatkan kinerja positif dan berhasil masuk dalam daftar *top gainers*.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Trimitra Prawara Goldland Tbk. (ATAP) memimpin daftar ini dengan kenaikan harga yang fantastis.

Harga saham ATAP melonjak 94,61% dari Rp334 menjadi Rp650 per saham hanya dalam tiga hari perdagangan.

Lonjakan ini juga memperpanjang reli saham ATAP sepanjang tahun 2025. Secara *year-to-date* (YtD), saham ATAP telah meroket 2.500% dari harga awal tahun Rp25 per saham.

Di posisi kedua, terdapat saham PT Magna Investama Mandiri Tbk. (MGNA) yang mencatatkan kenaikan 39,87%, dari Rp153 menjadi Rp214 per saham. Kinerja ini membawa MGNA mencatatkan kenaikan 1.158,82% secara YtD.

Selanjutnya, saham PT Sekar Bumi Tbk. (SKBM) berada di urutan ketiga dengan kenaikan 32,72%. Diikuti oleh PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) naik 31,25%, dan PT MDTV Media Technologies Tbk. (NETV) yang naik 24,79%.

Saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 22,87% ke level Rp5.050 per saham. Secara YtD, saham INCO telah naik 39,50%.

PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) turut mencatatkan kenaikan 20,94% secara mingguan, mencapai level Rp2.050 per saham. Kenaikan harga emas turut mendorong saham HRTA naik 479,10% YtD.

Melengkapi daftar 10 *top gainers* adalah PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) yang naik 24,32%, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk. (YULE) naik 22,22%, dan PT Personel Alih Daya Tbk. (PADA) yang naik 17,50%.

Meskipun demikian, kinerja IHSG selama periode singkat 22-24 Desember 2025 mengalami penurunan.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa IHSG ditutup melemah 0,83% menjadi 8.537,91 dari 8.609,55 pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar Bursa juga mengalami penurunan sebesar 1,17% menjadi Rp15.603 triliun dari Rp15.788 triliun pada pekan sebelumnya.

“Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 2,23% menjadi 2,74 juta kali transaksi, dari 2,80 juta kali transaksi pada pekan lalu,” ujar Kautsar, Rabu (24/12/2025).

Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Bursa Efek Indonesia juga menurun sebesar 30,91% menjadi Rp23,7 triliun dari Rp34,3 triliun pada penutupan pekan lalu.

Volume transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 18,44% menjadi 38,34 miliar saham dari 47 miliar saham pada penutupan pekan lalu.

Investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp2,45 triliun pada Rabu (24/12/2025). Namun, sepanjang tahun 2025, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp18,36 triliun.

Berikut daftar lengkap 10 *top gainers* periode 22–24 Desember 2025:

| Kode Emiten | Harga Saat Ini (Rp) | Perubahan |
|—|—|—|
| ATAP | 650 | 94,61% |
| MGNA | 214 | 39,87% |
| SKBM | 645 | 32,72% |
| MTLA | 630 | 31,25% |
| NETV | 146 | 24,79% |
| DPUM | 276 | 24,32% |
| INCO | 5.050 | 22,87% |
| YULE | 3.300 | 22,22% |
| HRTA | 2.050 | 20,94% |
| PADA | 282 | 17,50% |

*Disclaimer: Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Segala keuntungan maupun kerugian yang timbul akibat keputusan investasi pembaca, bukan menjadi tanggung jawab redaksi.*

Regulasi

Meskipun IHSG terkoreksi tajam 13,8% YTD per April 2026 akibat tensi geopolitik Selat Hormuz dan guncangan MSCI, fundamental pasar modal Indonesia tetap kokoh. Penurunan harga ini justru menjadi momentum bagi investor domestik yang jumlahnya melonjak drastis hingga 20,32 juta SID. Ketahanan pasar tercermin dari rata-rata transaksi harian yang tetap…

Regulasi

Pesan utama bagi investor di tahun 2026 adalah: “Jangan terkecoh oleh angka merah di layar.” Meskipun IHSG terkoreksi 13,8%, kondisi ini sangat berbeda dengan krisis ekonomi masa lalu. Harga saham turun karena faktor eksternal, namun fundamental perusahaan dan minat masyarakat justru meningkat pesat hingga menembus 20,32 juta SID. Ini adalah bukti …