Tutup
Regulasi

Harga Bitcoin Tertahan: Koreksi Pertama Pascahalving Mengintai?

264
×

Harga Bitcoin Tertahan: Koreksi Pertama Pascahalving Mengintai?

Sebarkan artikel ini

Padang – Harga Bitcoin (BTC) berada di persimpangan jalan menjelang akhir tahun 2025, dengan potensi mencetak rekor baru yang kurang menggembirakan: candle tahunan merah pertama pasca-halving.

Ancaman ini membayangi di tengah pergerakan harga yang masih berjuang di sekitar level US$88.000.

Data dari TradingView menunjukkan minimnya volatilitas dalam beberapa hari terakhir, mengindikasikan pasar yang sedang menunggu momentum.

Sempat terjadi aksi *fakeout* pada hari Jumat lalu, bertepatan dengan jatuh tempo opsi Bitcoin senilai US$24 miliar yang diduga menekan harga.

Namun, sejumlah analis masih melihat secercah harapan untuk pemulihan sebelum pergantian tahun. Sinyal *bullish divergence* pada indikator *Relative Strength Index* (RSI) di grafik tiga hari menjadi salah satu pendorong optimisme.

Seorang trader dengan nama Jelle, melalui platform X, menyoroti pola serupa yang terjadi pada titik bottom sebelumnya dan bertanya, “Apakah sejarah akan terulang?”

Faktor musiman juga turut menyumbang harapan. Trader BitBull memprediksi bahwa awal Januari berpotensi menjadi katalis reli, seiring alokasi dana institusi ke aset yang sebelumnya kurang optimal. “Ini bisa memicu *breakout* dari garis tren dan mendorong harga menuju US$100.000,” ungkapnya.

Analis Aksel Kibar berpendapat bahwa fase konsolidasi saat ini wajar setelah lonjakan signifikan di kuartal III. Menurutnya, volatilitas bersifat siklikal, di mana periode volatilitas tinggi biasanya diikuti periode rendah hingga muncul pola teknikal yang jelas.

Tantangan utama Bitcoin saat ini adalah performa tahunan. Hingga saat ini, BTC tercatat turun sekitar 6,1% *year-to-date* (YTD).

Kondisi ini membuka peluang terbentuknya *candle* tahunan merah pertama setelah *halving*, yang berpotensi menguji teori siklus empat tahunan Bitcoin.

Keith Alan, *co-founder* Material Indicators, menekankan pentingnya harga penutupan tahunan. “Wick di atas atau di bawah level kunci adalah hal wajar. Yang paling penting adalah harga penutupan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa level pembukaan tahunan di sekitar US$93.500 masih berpeluang diuji kembali sebelum akhir tahun.

Jika Bitcoin gagal menembus level tersebut, penutupan tahun 2025 berpotensi menjadi catatan penting yang menantang narasi klasik siklus empat tahunan di pasar kripto.

Berdasarkan data *Coinmarketcap* pada pukul 21.50 WIB, harga Bitcoin berada di level US$87.934, naik 0,52% dalam 24 jam terakhir atau turun 0,02% dalam sepekan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…