Aceh Tamiang – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat memulihkan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang dengan membangun 47 sumur bor air baku. Inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih mendesak bagi masyarakat terdampak.
Pembangunan sumur bor difokuskan pada fasilitas-fasilitas vital seperti tempat ibadah, sekolah, hunian sementara, pasar, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum lainnya.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan bahwa penyediaan air bersih adalah kunci pemulihan yang komprehensif. “Masjid, sekolah, dan pesantren adalah ruang hidup masyarakat. Ketersediaan air bersih memungkinkan warga beribadah dengan tenang, anak-anak belajar dengan layak, dan mencegah risiko penyakit,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pengerjaan proyek telah dimulai sejak 28 Desember 2025, dan satu sumur bor di Masjid Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, sudah berfungsi. Fasilitas pendukung seperti rumah pompa dan MCK juga telah disiapkan.
Pengeboran sumur juga menyasar sejumlah lokasi strategis di Aceh Tamiang, termasuk puskesmas di berbagai kecamatan, Polindes dan Pasar Manyak Payed, masjid, kantor kecamatan, hunian sementara DPRK Aceh Tamiang, pesantren, taman kanak-kanak, serta meunasah.
Selain Aceh Tamiang, pengeboran sumur air bersih juga dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya dan Bener Meriah, dengan fokus pada kompleks perkantoran, meunasah, dan hunian sementara.
Kedalaman sumur bervariasi antara 60 hingga 82 meter, ditentukan berdasarkan survei geolistrik untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan sumber air.
Lokasi pengeboran dipilih agar air bersih dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat, terutama pada masa darurat dan pemulihan. Pendekatan berbasis data hidrogeologi dan mitigasi risiko bencana menjadi landasan pelaksanaan proyek ini.
Kementerian PU merencanakan total 47 titik sumur bor air baku di 12 kecamatan dan 30 lokasi di Aceh Tamiang, terdiri dari 14 sumur bor dangkal dan 33 sumur bor dalam.
“Seluruh sumur dirancang sebagai cadangan air bersih jangka menengah bagi masyarakat,” tegas Dody.
Pembangunan sumur bor ini merupakan kerja sama antara Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU. Program ini juga didukung penyediaan sarana lain seperti instalasi pengolahan air mobile, mobil tangki air, hidran umum, toilet darurat, dan toren air.







