InvestasiNewsPerbankan

Bank DBS Indonesia Pacu Kinerja Wealth Management Lewat AI

67
×

Bank DBS Indonesia Pacu Kinerja Wealth Management Lewat AI

Sebarkan artikel ini
bank-dbs-indonesia-pacu-laba-wealth-management-melalui-inovasi-digital
Bank DBS Indonesia Pacu Laba Wealth Management Melalui Inovasi Digital

Jakarta – PT Bank DBS Indonesia mencatatkan kinerja impresif melalui layanan wealth management, DBS Treasures. Hingga Mei 2026, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan Net Profit After Tax (NPAT) sebesar 289 persen secara tahunan.

Pencapaian tersebut melampaui target anggaran perusahaan hingga 157 persen. Lonjakan performa ini didorong oleh ekspansi basis nasabah baru yang mencapai 73 persen.

Layanan ini mengintegrasikan pendekatan advisory-led yang menggabungkan analisis pasar global dengan teknologi kecerdasan buatan (machine learning). Melalui sistem ini, nasabah menerima strategi pengelolaan aset yang proaktif lewat notifikasi digital serta pendampingan intensif dari Relationship Manager.

Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, menegaskan pihaknya terus beradaptasi dengan perubahan perilaku nasabah. Fokus utama bank kini tertuju pada penyajian strategi investasi objektif di tengah volatilitas pasar global dan ketidakpastian geopolitik.

“Situasi pasar menjadi perhatian utama kami. Kami berkomitmen menyajikan strategi wealth management yang relevan dengan pendekatan personal yang berpusat pada kebutuhan nasabah,” ujar Melfrida.

Berkat konsistensi tersebut, Bank DBS Indonesia meraih pengakuan internasional sebagai Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia. Selain itu, Chief Investment Office (CIO) DBS dinobatkan sebagai Best CIO in Asia oleh The Asset Triple A.

Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menekankan pentingnya diversifikasi portofolio untuk menghadapi tren inflasi global. Ia menyarankan strategi conviction-led dengan tetap mempertahankan posisi overweight pada emas sebagai aset defensif.

“Tahun 2026 masih diwarnai volatilitas tinggi, namun peluang strategis tetap terbuka bagi investor jangka panjang. Kami menyediakan akses ke pasar emas global melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan minimum investasi Rp5 miliar untuk memperkuat ketahanan portofolio nasabah,” jelas Djoko.

Untuk efisiensi akses, Bank DBS Indonesia mengoptimalkan integrasi teknologi AI melalui aplikasi DBS digibank. Informasi pasar yang telah terkurasi akan dikirimkan secara berkala kepada nasabah untuk didiskusikan bersama Relationship Manager.

Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product PT Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana, menambahkan pihaknya turut mengembangkan kapabilitas nasabah melalui program eksklusif. Program seperti DBS Expert Connection dan DBS NextGen Excursion disiapkan untuk memberikan wawasan tentang inovasi disruptif hingga aset digital.

“Pendekatan kami diwujudkan melalui kampanye Mitra Tepercaya untuk Setiap Tujuan Anda. Kami terus menghadirkan solusi inovatif agar nasabah dapat menavigasi dinamika ekonomi dan mencapai tujuan finansial dengan penuh percaya diri,” pungkas Natalina.