Jakarta – Pasar saham Indonesia memulai tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan perdana, memicu harapan akan reli berkelanjutan sepanjang tahun dan berpotensi menembus level 10.500.
Pada pembukaan perdagangan Jumat (2/1), IHSG langsung melesat 37,130 poin atau 0,43 persen ke level 8.684,069.
Data RTI menunjukkan dominasi penguatan dengan 350 saham menguat, berbanding 104 saham melemah, dan 228 saham stagnan.
Hingga penutupan, IHSG kokoh di zona hijau dengan kenaikan 1,17 persen, berakhir di posisi 8.748,132.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, memproyeksikan IHSG berpotensi menembus level 10.500 pada tahun 2026.
Nafan juga menyoroti sektor-sektor yang diperkirakan akan menjadi motor penggerak pasar, seperti perbankan, energi, dan telekomunikasi.
Saham-saham seperti ADRO, ASSA, BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BNGA, BRMS, CUAN, ENRG, HRTA, IMPC, INCO, ISAT, JPFA, PGAS, PTRO, RATU, SIDO, SILO, TINS, TKIM, UNVR, dan WIFI disebut memiliki potensi kinerja yang menjanjikan.
Pengamat pasar modal, Desmond Wira, berpendapat bahwa penguatan IHSG di awal tahun didorong oleh faktor teknikal dan sentimen musiman, terutama efek *window dressing*.
Menurutnya, pergerakan indeks pada perdagangan awal 2026 masih dipengaruhi oleh aksi *window dressing* ini, dengan saham-saham di sektor pertambangan dan perkapalan sebagai penggerak utama.
Desmond menilai target IHSG di atas 10.000 pada tahun ini, seperti yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya, masih mungkin tercapai, meskipun sangat bergantung pada pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar.
“Tidak ada yang tidak mungkin di pasar saham,” ujarnya. “Selama ini IHSG digerakkan oleh saham-saham konglomerasi. Bisa saja saham-saham *blue chip* lain seperti perbankan yang tiba-tiba bergerak naik,” imbuhnya.
Ke depan, sektor konglomerasi dan berbasis komoditas diprediksi masih akan mendominasi pergerakan pasar.
“Kemungkinan masih saham-saham konglomerasi terutama *mining*, perkapalan, dan komoditas lainnya,” pungkas Desmond.







