Tutup
Regulasi

Rekomendasi Saham IPOT: IHSG Berpeluang Cetak Rekor Tertinggi Baru!

212
×

Rekomendasi Saham IPOT: IHSG Berpeluang Cetak Rekor Tertinggi Baru!

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif selama periode perdagangan singkat, 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan kenaikan signifikan ke level 8.748,13 didorong oleh meningkatnya minat beli investor.

Penguatan IHSG ini didorong oleh aksi akumulasi investor asing yang mencatatkan *net buy* sebesar Rp1,3 triliun di pasar reguler. Saham DEWA, ANTM, dan BRMS menjadi yang paling banyak diburu investor asing selama periode tersebut.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, menyebut fenomena *Santa Claus Rally* di akhir Desember dan *January Effect* sejak 2 Januari 2026 menjadi katalis positif.

“Kondisi ini mendorong *risk appetite* pasar dan menjaga momentum *bullish* IHSG di awal tahun,” ujar Hari dalam keterangan resminya, Senin (5/1/2026).

Lantas, apa saja faktor yang berpotensi memengaruhi pasar saham pekan ini?

Menurut Hari, Wall Street berpeluang melanjutkan penguatan seiring optimisme pasar setelah kinerja solid sepanjang 2025. Sektor teknologi diprediksi masih menjadi penggerak utama.

Namun, meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela, termasuk kabar serangan militer, berpotensi memengaruhi harga komoditas global, khususnya minyak. Kekhawatiran terhadap pasokan menjadi pemicunya.

Dari dalam negeri, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan mencetak rekor *all time high*. Rilis data ekonomi domestik, seperti neraca dagang, inflasi, dan *Consumer Confidence Index*, akan menjadi perhatian pelaku pasar.

Konsensus pasar memperkirakan neraca dagang tetap solid dan inflasi terkendali. Kondisi ini diharapkan memperkuat sentimen positif, mencerminkan stabilitas makroekonomi dan daya beli masyarakat.

“Meski demikian, pergerakan IHSG tetap akan dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama arah kebijakan global. Namun secara keseluruhan, peluang penguatan masih terbuka,” kata Hari.

Hari optimistis IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pekan ini, didukung *January Effect*, akumulasi investor asing, dan rilis data ekonomi domestik.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8.725 – 8.780. Investor dan *trader* disarankan memanfaatkan peluang pada saham *uptrend* yang didukung volume transaksi kuat dan aliran dana asing.

“Meski demikian, manajemen risiko tetap perlu diperhatikan, mengingat dalam kondisi pasar yang cenderung *bullish*, potensi aksi *profit taking* tetap terbuka,” kata Hari.

IPOT merekomendasikan strategi investasi pada saham-saham yang siap melaju tertopang fenomena *January Effect* dengan Booster Modal dan instrumen Power Fund Series. Berikut rekomendasinya:

* Buana Lintas Lautan (BULL)

Saham BULL masih berada dalam tren naik (*uptrend*), ditandai pergerakan harga konsisten di atas garis EMA-5 hingga EMA-50. Harga saham BULL berhasil bertahan di atas level psikologis 500, membuka peluang kenaikan menuju area resist 620.

* Bukit Uluwatu Villa (BUVA)

Saham BUVA berpotensi melanjutkan tren naik, tercermin dari pergerakan harga bertahan di atas area EMA-5 hingga EMA-50. Kondisi ini membuka peluang BUVA kembali menguji area resist di kisaran 1.830. Akumulasi investor asing mencapai sekitar Rp32 miliar dalam sepekan terakhir, menjaga sentimen positif.

* Impack Pratama Industri (IMPC)

Saham IMPC menunjukkan potensi penguatan setelah menembus area *all time high*, menandakan kelanjutan tren *bullish*. Akumulasi investor asing mencapai sekitar Rp113 miliar pada pekan sebelumnya, mencerminkan minat beli kuat. IMPC dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan selama sentimen pasar dan momentum teknikal tetap terjaga.