Tutup
Regulasi

Astra International Bagikan Dividen Rp390 per Saham, Total Rp15,66 Triliun

74
×

Astra International Bagikan Dividen Rp390 per Saham, Total Rp15,66 Triliun

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp15,66 triliun kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4).

Total dividen yang dibagikan tersebut berasal dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 yang mencapai Rp32,76 triliun.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menjelaskan bahwa total nilai dividen tersebut setara dengan Rp390 per lembar saham. Angka ini sudah termasuk dividen interim sebesar Rp98 per saham atau senilai Rp3,96 triliun yang telah disalurkan perusahaan pada 31 Oktober 2025 lalu.

“Dengan demikian, sisa dividen sebesar Rp292 per saham akan dibayarkan pada 25 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB,” ujar Boy.

Ia menambahkan, total nilai dividen final yang akan dibayarkan nantinya dapat menyesuaikan dengan jumlah saham yang berhak menerima dividen pada *recording date*. Penyesuaian ini dipengaruhi oleh program pembelian kembali saham (*buyback*) yang masih terus berjalan.

Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui penggunaan sisa laba bersih sebesar minimal Rp17,09 triliun untuk dibukukan sebagai laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan ekspansi dan pengembangan bisnis perseroan ke depan.

Dalam agenda yang sama, para pemegang saham menerima laporan tahunan 2025, termasuk laporan pengawasan Dewan Komisaris dan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Berkat persetujuan tersebut, seluruh jajaran direksi dan dewan komisaris mendapatkan pelunasan serta pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (*acquit et decharge*) atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

RUPST juga menetapkan susunan terbaru manajemen perseroan. Prijono Sugiarto kembali dipercaya menjabat sebagai Presiden Komisaris, sementara jajaran direksi dipimpin oleh Presiden Direktur Rudy bersama delapan direktur lainnya.

Boy menegaskan bahwa perubahan dan penetapan pengurus ini merupakan komitmen perusahaan dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik (*good corporate governance*) serta mendukung keberlanjutan bisnis Astra di masa depan.

Regulasi

Masuk ke dunia saham sering terasa menarik sekaligus membingungkan, terutama bagi pemula. Banyak yang tergoda ikut tren hanya karena melihat harga naik atau ramai diperbincangkan, padahal keputusan seperti ini berisiko tinggi. Tanpa pemahaman yang cukup, investasi bisa berubah menjadi spekulasi yang jauh dari tujuan awal. Padahal, saham yang layak …

Regulasi

Pasar saham Indonesia terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama didorong oleh meningkatnya minat generasi muda terhadap instrumen investasi yang lebih modern dan fleksibel. Salah satu instrumen yang sering menjadi sorotan adalah saham blue chip, yaitu saham dari perusahaan besar yang memiliki fundamental kuat, kinerja stabil, s…