Tutup
Regulasi

Daftar 5 Saham dengan Penyedia Likuiditas hingga 31 Agustus 2026

124
×

Daftar 5 Saham dengan Penyedia Likuiditas hingga 31 Agustus 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk PT Phintraco Sekuritas sebagai penyedia likuiditas (*liquidity provider*) untuk lima saham emiten di pasar modal. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas dan ketersediaan transaksi pada saham-saham tersebut.

Lima saham yang mendapatkan dukungan penyediaan likuiditas tersebut adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), serta PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Berdasarkan pengumuman BEI Nomor Peng-00033/BEI.ANG/04-2026, penunjukan ini berlaku efektif mulai 20 April 2026 hingga 31 Agustus 2026. Dengan demikian, Phintraco Sekuritas akan menjalankan perannya selama kurang lebih empat bulan ke depan.

Surat keputusan tersebut telah ditandatangani oleh dua Direktur BEI, yakni Irvan Susandy dan I Gede Nyoman Yetna, pada 17 April 2026.

Performa saham-saham tersebut hingga penutupan perdagangan Jumat (17/4) cukup bervariasi. Saham GGRM ditutup menguat 1,04% ke level Rp 14.575 per saham, dengan total kenaikan sepanjang tahun berjalan (*year to date*) mencapai 4,11%.

Sebaliknya, saham TKIM mencatatkan koreksi 2,74% ke harga Rp 8.875 per saham. Meski demikian, secara akumulatif sejak awal tahun 2026, emiten Grup Sinarmas ini masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 21,99%.

Sementara itu, saham TPMA dan WINS berakhir stagnan masing-masing di level Rp 585 dan Rp 510 per saham. Adapun saham TUGU ditutup melemah 0,78% ke posisi Rp 1.280 per saham.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot makin tak berdaya hingga perdagangan tengah hari ini. Jumat (17/4/2025), rupiah di berada di level Rp 17.190 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,29% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.139 per dolar AS. Alhasil rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia. Pada perdagangan intraday, rupiah sempat menyentuh leve terendahnya saat…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau pada perdagangan sesi pertama Jumat (17/4/2026), meskipun bursa regional bergerak melemah. Mengutip data RTI, IHSG naik 0,20% atau 15,505 poin ke level 7.636,887. Sepanjang sesi, tercatat 331 saham menguat, 291 saham melemah, dan 194 saham stagnan. Aktivitas perdagangan tergolong ramai dengan total volume mencapai 23,9 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 8,2…