Tutup
Regulasi

BCA Resmi Bagikan Dividen Interim Setiap Kuartal Mulai Tahun Ini

82
×

BCA Resmi Bagikan Dividen Interim Setiap Kuartal Mulai Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) resmi meningkatkan intensitas pembagian dividen interim kepada para pemegang saham menjadi tiga kali dalam setahun, mulai tahun buku 2026.

Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, menjelaskan bahwa kebijakan ini akan mulai diimplementasikan per kuartal, yakni pada kuartal II, kuartal III, dan kuartal IV tahun 2026.

“Biasanya kami membagikan dividen satu kali dalam setahun pada bulan Desember. Mulai tahun ini, kami akan melakukannya setiap kuartal, dimulai dari kuartal kedua, ketiga, hingga keempat,” ujar Vera dalam konferensi pers daring Paparan Kinerja Kuartal I/2026, Kamis (23/4/2026).

Meski rencana tersebut sudah dikonfirmasi, pihak BCA belum merinci besaran nominal dividen yang akan dibagikan. Menurut Vera, keputusan mengenai nilai dividen akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan perseroan ke depan.

Rencana ini sebelumnya juga telah disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026. Dalam forum tersebut, BCA memberikan sinyal bahwa direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris berencana melakukan pembagian dividen interim tiga kali setahun apabila kondisi keuangan perusahaan memungkinkan.

Sebagai perbandingan, untuk tahun buku 2025, BCA telah membagikan total dividen sebesar Rp41,30 triliun atau setara dengan Rp336 per saham. Angka ini mencerminkan *dividend payout ratio* sebesar 72%, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 67,4%.

Adapun sepanjang tahun 2025, BCA berhasil mencatatkan laba konsolidasian sebesar Rp57,56 triliun. Angka tersebut tumbuh 4,94% secara tahunan (*year-on-year*) dibandingkan laba pada periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp54,85 triliun.

Regulasi

Pasar saham Indonesia terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama didorong oleh meningkatnya minat generasi muda terhadap instrumen investasi yang lebih modern dan fleksibel. Salah satu instrumen yang sering menjadi sorotan adalah saham blue chip, yaitu saham dari perusahaan besar yang memiliki fundamental kuat, kinerja stabil, s…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Grup Bakrie kembali bermanuver di pasar modal dengan menggelar aksi korporasi. Berbagai langkah ditempuh, salah satunya Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Dalam catatan Kontan, setidaknya ada tiga emiten Grup Bakrie yang akan melakukan rights issue. Yakni, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang berencana menerbitkan 86,70 miliar saham dengan potensi dilusi 33,33%. Meski…