Tutup
Teknologi

Grok Dibatasi: AI Picu Kontroversi, Keamanan Dipertanyakan

227
×

Grok Dibatasi: AI Picu Kontroversi, Keamanan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
grok-batasi-fitur-ai-jadi-berbayar-usai-kontroversi-‘digital-undressing’,-elon-musk-tuai-kritik-global
Grok Batasi Fitur AI Jadi Berbayar Usai Kontroversi ‘Digital Undressing’, Elon Musk Tuai Kritik Global

Jakarta – Kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi sorotan. Kali ini, giliran Grok, chatbot AI milik Elon Musk (xAI), yang menuai kontroversi.

Grok dikritik secara global setelah fitur AI-nya diduga mampu melakukan “digital undressing”. Perusahaan pun mengambil langkah pembatasan akses.

Fitur pembuatan gambar Grok kini hanya bisa diakses oleh pelanggan X berbayar.

Pembatasan ini muncul setelah kecaman global atas respons Grok terhadap permintaan pengguna untuk “melucuti pakaian secara digital” dari gambar, termasuk anak-anak.

Perubahan ini terjadi antara Kamis dan Jumat. Akun resmi Grok di X membalas permintaan pembuatan gambar dari pengguna non-subscriber dengan pesan pembatasan.

Namun, pembatasan tidak berlaku sepenuhnya. Fitur “edit image” pada gambar yang diunggah ke X masih dapat digunakan semua pengguna dengan bantuan Grok.Pembuatan gambar dan video tetap gratis melalui situs web dan aplikasi mandiri Grok. Pembatasan hanya berlaku saat pengguna menandai Grok dalam unggahan publik di X dan meminta pembuatan gambar secara terbuka.

Beberapa minggu sebelum kontroversi ini, Elon Musk menyampaikan kekecewaannya terkait pagar pengaman keamanan Grok Imagine.Tiga anggota inti tim keselamatan xAI, termasuk kepala keamanan produk, juga meninggalkan perusahaan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang kesiapan sistem keamanan AI Grok.

Kekhawatiran juga datang dari regulator dunia. Otoritas di Inggris, Uni Eropa, Malaysia, dan India menyuarakan keprihatinan terkait perlindungan Grok dan perannya dalam memfasilitasi pornografi deepfake.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengkritik langkah X. Ia menilai keputusan itu hanya mengubah fitur AI yang memungkinkan pembuatan gambar ilegal menjadi layanan premium.

Keputusan ini memicu perdebatan tentang etika, keamanan anak, dan tanggung jawab platform teknologi.