Tutup
News

Padang Percepat Pemulihan Pengairan, Bangun Intake Sementara

147
×

Padang Percepat Pemulihan Pengairan, Bangun Intake Sementara

Sebarkan artikel ini
krisis-air-warga-padang,-wako-fadly-amran-prioritaskan-perbaikan-jaringan-irigasi
Krisis Air Warga Padang, Wako Fadly Amran Prioritaskan Perbaikan Jaringan Irigasi

Padang – Pemerintah Kota Padang terus berupaya memulihkan infrastruktur pengairan pascabencana hidrometeorologi yang melanda. normalisasi sungai, perbaikan jaringan irigasi, dan penanganan krisis air bersih menjadi prioritas utama.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmen tersebut saat meninjau langsung pengerjaan infrastruktur pengairan di Daerah Irigasi (DI) Koto Tuo dan DI Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (27/1/2026).

Pembangunan intake (pintu air) sementara menjadi fokus utama untuk memastikan aliran air kembali menjangkau permukiman dan lahan pertanian warga di tengah musim kekeringan pascabencana.

“Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, UPTD Balai SDA Wilayah Utara, serta partisipasi masyarakat, kita akan membangun intake sementara agar air segera mengaliri lahan pertanian dan permukiman warga,” ujar fadly Amran.

Pemko Padang juga menyiapkan langkah penanganan untuk mengatasi sumur warga yang mengering.Distribusi air bersih rutin dengan mobil tangki PDAM serta penyediaan hidran umum di titik-titik terdampak menjadi solusi sementara.

“Untuk upaya lanjutan, kita merencanakan pembangunan ratusan sumur bor komunal di fasilitas publik seperti masjid dan musala,” jelasnya.

Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemko Padang akan membangun infrastruktur permanen seperti sabo dam, cek dam, serta normalisasi hulu sungai untuk menekan risiko bencana berulang.

“Kita telah mengajukan usulan dana rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp3,6 triliun kepada Pemerintah Pusat untuk pemulihan sektor infrastruktur, sosial, ekonomi, dan sektor terdampak lainnya. Semoga dapat segera direalisasikan sehingga pemulihan berjalan optimal,” tambahnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menjelaskan langkah darurat yang dilakukan meliputi normalisasi sungai, pemasangan bronjong di titik rawan, penyediaan hidran umum, pembangunan sumur bor, serta optimalisasi jaringan irigasi.

“Untuk di DI Koto Tuo ini, setelah saluran kanan dinyatakan aman, pengerjaan dilanjutkan ke saluran kiri dengan sistem pompanisasi berkapasitas 500 liter per detik. Sementara di DI Lubuk Minturun, akan dilakukan pembangunan intake sementara dan pembersihan saluran,” sebutnya.