Tutup
EkonomiInvestasiNews

Franc Swiss Menguat, Investor Global Berburu Aset Aman

88
×

Franc Swiss Menguat, Investor Global Berburu Aset Aman

Sebarkan artikel ini
franc-swiss-diam-diam-jadi-bintang-baru-safe-haven,-dolar-as-dan-yen-tertinggal
Franc Swiss Diam-diam Jadi Bintang Baru Safe Haven, Dolar AS dan Yen Tertinggal

Jakarta – Di tengah melonjaknya harga emas dan perak, Franc Swiss kini menjadi primadona di pasar global. Mata uang Swiss ini terus menguat dan menjadi incaran investor sebagai aset lindung nilai.

Franc Swiss kian bersinar seiring dengan menurunnya kepercayaan terhadap Dolar AS dan Yen Jepang.Investor pun beramai-ramai memburu mata uang Swiss.

Sepanjang tahun 2026, Franc Swiss telah melonjak lebih dari 3 persen terhadap Dolar AS. Pada 28 Januari 2026, Dolar AS bahkan anjlok ke level 0,7612 franc, posisi terlemah dalam 14,5 tahun terakhir sejak Agustus 2011.

penguatan franc ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga emas dan perak. Hal ini membuat franc Swiss diperlakukan setara dengan emas dan perak sebagai aset pelindung nilai.

lantas, apa yang membuat franc Swiss begitu menarik? Stabilitas politik dan fiskal Swiss menjadi daya tarik utama.

Rasio utang pemerintah AS mencapai 120 persen terhadap PDB, jauh lebih tinggi dari rata-rata zona Eropa yang sebesar 90 persen.

Sebaliknya, rasio utang pemerintah Swiss hanya sekitar 40 persen. neraca transaksi berjalan swiss juga surplus 7-10 persen terhadap PDB, semakin memperkuat kepercayaan terhadap mata uangnya.

“Franc Swiss saat ini adalah mata uang dengan daya simpan nilai terkuat di dunia,” demikian pernyataan bank investasi global, MUFG dan UBS, seperti dikutip dari Chosun Biz, 29 Januari 2026.

Wall Street Journal menyoroti pergeseran besar di pasar valuta asing. Penentu nilai mata uang kini bukan lagi jumlah uang yang dicetak,melainkan kepercayaan terhadap sistem ekonomi dan institusi.

Permintaan terhadap franc Swiss saat ini juga tidak didorong oleh dana ilegal. Sejak 2018, Swiss menerapkan pertukaran otomatis data keuangan dengan otoritas pajak global, membuat praktik penyembunyian dana nyaris mustahil.

Para analis memperkirakan reli franc Swiss akan berlanjut.Selama arah kebijakan Dolar AS belum jelas dan risiko geopolitik tinggi, mata uang ini diprediksi akan terus menguat.

Namun, lonjakan franc Swiss menimbulkan dilema bagi bank sentral Swiss. Mata uang yang terlalu kuat dapat menekan daya saing ekspor dan memicu deflasi. Saat ini, inflasi Swiss berada di kisaran nol persen.