jakarta – Amazon dikabarkan tengah menyiapkan investasi besar di sektor kecerdasan buatan (AI). Raksasa teknologi itu disebut-sebut akan menginvestasikan puluhan miliar dolar AS ke OpenAI.
Langkah ini terbilang agresif di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan efisiensi yang dihadapi banyak perusahaan.
Menurut laporan CNBC, Jumat (30/1/2026), Amazon sedang dalam pembicaraan untuk berinvestasi hingga US$50 miliar atau sekitar Rp835 triliun ke OpenAI.
Jika terealisasi, investasi ini akan menjadi salah satu suntikan dana terbesar dalam sejarah industri AI.
Pembahasan investasi ini melibatkan langsung CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Amazon Andy Jassy. Namun, kesepakatan ini masih bisa berubah sebelum final.
OpenAI juga dikabarkan menjajaki pendanaan dari investor lain. Total putaran pendanaan bisa mencapai US$100 miliar atau sekitar Rp1.670 triliun.Rencana investasi jumbo ini muncul di saat Amazon juga melakukan efisiensi besar melalui PHK sekitar 16.000 karyawan korporat.
Sebelumnya, Amazon memperkirakan belanja modal pada 2026 bisa mencapai US$125 miliar atau sekitar Rp2.088 triliun.Dana ini akan difokuskan pada pembangunan pusat data, infrastruktur komputasi AI, serta pengembangan chip AI internal.
Amazon sebenarnya sudah lebih dulu menanamkan miliaran dolar pada Anthropic, pesaing OpenAI.
Investasi di OpenAI juga berpotensi diiringi kerja sama teknologi, termasuk penggunaan layanan cloud Amazon Web Services serta kemungkinan pemanfaatan chip AI buatan Amazon.







