Tutup
EkonomiInvestasiNews

Free Float Naik, IPO Meredup? Ekonom Analisis Pasar

220
×

Free Float Naik, IPO Meredup? Ekonom Analisis Pasar

Sebarkan artikel ini
ekonom-ungkap-risiko-kenaikan-free-float-15-persen,-ipo-terancam-sepi-dan-investor-kabur
Ekonom Ungkap Risiko Kenaikan Free Float 15 Persen, IPO Terancam Sepi dan Investor Kabur

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan aturan baru terkait batas minimum saham yang dimiliki publik atau free float.

Batas minimum free float perusahaan tercatat akan dinaikkan menjadi 15 persen.

Kebijakan ini diharapkan dapat memperdalam pasar modal Indonesia.

Namun, ekonom menyoroti potensi dampak negatif dari aturan baru ini.

Ekonom keuangan, Hans Kwee, menilai kenaikan batas free float berpotensi menurunkan minat perusahaan untuk melakukan Initial Public Offering (IPO).

“Mungkin minat IPO menurun. Negatif bagi perusahaan baru mau IPO, sulit mendapatkan investor (free float) sampai 25 persen,” kata Hans, Jumat (6/2/2026).

Meski demikian, Hans mengakui ada sisi positif dari batas free float yang lebih besar.

Menurutnya, potensi manipulasi harga saham bisa diminimalisir.

“Free float yang besar membuat potensi terjadi perdagangan terkoordinasi mengecil,” imbuhnya.

Selain itu, likuiditas pasar berpotensi meningkat.

“Positif untuk meningkatkan likuiditas pasar, dan mengurangi potensi manipulasi harga,” kata Hans.

Hans menekankan pentingnya memberikan waktu bagi emiten untuk menyesuaikan diri dengan peraturan baru ini.

“Tentu butuh waktu untuk emiten melakukan penyesuaian,” ujarnya.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan implementasi penyesuaian peraturan ini rencananya akan dilakukan pada Maret 2026.