Tutup
TeknologiTelekomunikasi

Spam dan Scam Menggila, Negara Kehilangan Triliunan Rupiah

258
×

Spam dan Scam Menggila, Negara Kehilangan Triliunan Rupiah

Sebarkan artikel ini
spam-dan-scam-sudah-jadi-industri-kejahatan-siber,-negara-rugi-rp8,4-t
Spam dan Scam Sudah Jadi Industri Kejahatan Siber, Negara Rugi Rp8,4 T

Jakarta – Aktivitas spam dan scam kini bertransformasi menjadi industri kejahatan siber yang merugikan. Potensi keuntungan besar menjadi daya tarik utama.

hal ini diungkapkan wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkominfo) Nezar Patria, Jumat (6/2/2026) di Jakarta.

Nezar menyebut, data internal sebuah perusahaan telekomunikasi menunjukkan kerugian akibat spam dan scam mencapai US$500 juta atau sekitar Rp8,4 triliun.

Wamenkominfo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, operator seluler, dan platform digital. Tujuannya, melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan siber.

Ia mengapresiasi langkah perlindungan yang telah dilakukan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). IOH berhasil menjangkau 2,5 juta pengguna layanan dan memblokir 2 miliar percobaan spam dan scam.

Pemerintah juga memberlakukan kebijakan registrasi nomor seluler menggunakan metode biometrik.

“Itu salah satu langkah yang kita lakukan. Ini juga untuk memberikan rasa aman buat semua pemakai jaringan digital yang ada di Indonesia,” tegas Nezar.

Kebijakan ini diambil karena pelaku scam sering memanfaatkan kemudahan registrasi nomor seluler untuk mengganti kartu SIM dan menghindari deteksi.