Teknologi

Film Fantasi Memacu Kreativitas dan Pola Pikir Inovatif Anak

1
×

Film Fantasi Memacu Kreativitas dan Pola Pikir Inovatif Anak

Sebarkan artikel ini
nonton-film-bisa-latih-imajinasi,-ini-penjelasan-ilmiahnya
Nonton Film Bisa Latih Imajinasi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jakarta – Sebanyak 14.063 anak di 58 bioskop seluruh Indonesia baru saja mendapatkan kesempatan menonton gratis film Na Willa dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Agenda yang diinisiasi oleh Cinépolis Cinemas dan Visinema Studios ini sengaja mengangkat kisah inspiratif seorang anak berusia enam tahun untuk menumbuhkan rasa ingin tahu di tengah dinamika perubahan.

Alejandro Aguilera Garibay selaku CEO Cinépolis Cinemas Indonesia meyakini bahwa bioskop bukan sekadar tempat hiburan, melainkan ruang belajar yang efektif bagi generasi muda.

Studi dari Universitas Lancaster yang diterbitkan dalam jurnal Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts mendukung langkah edukatif ini dengan temuan bahwa film fantasi mampu merangsang inovasi anak.

Paparan cerita magis diketahui membantu anak melatih kemampuan berpikir divergen, yakni metode mencari solusi alternatif untuk memecahkan suatu masalah.

Selain mengasah kreativitas, menonton film juga menjadi sarana untuk memperkuat empati dan kecerdasan emosional melalui keterikatan dengan karakter di dalam layar.

Bagi anak-anak, sajian visual yang menarik sekaligus berfungsi memperkaya perbendaharaan kata dan mendukung perkembangan kemampuan berbahasa mereka.

Para ahli menyarankan orang tua untuk membuka ruang diskusi dua arah saat menonton bersama agar daya kritis dan kedekatan emosional anak semakin terasah.

Meski memiliki manfaat positif, orang tua wajib menyeleksi tayangan sesuai usia serta membatasi durasi layar anak agar tetap seimbang dengan aktivitas fisik dan waktu istirahat.

Pemilihan konten yang kaya akan pesan moral, seperti nilai persahabatan, keberanian, dan kerja sama, menjadi kunci utama dalam mendampingi tumbuh kembang buah hati.