Jakarta – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bertemu dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk membahas strategi pengembangan ekonomi kreatif nasional. pertemuan ini fokus pada integrasi teknologi, penguatan city branding, dan peningkatan posisi Indonesia di kancah internasional.
Pertemuan yang berlangsung Kamis (11/2/2026) ini, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima langsung audiensi dari ICCN.
ICCN memaparkan inovasi digital yang dirancang untuk menjadi tulang punggung ekosistem kreatif indonesia.
Ketua Umum ICCN, T.B. Fiki C. Satari,memperkenalkan platform super yang mengintegrasikan data secara real-time dan didukung oleh AI Agent. Platform ini berfungsi untuk pendataan dan monitoring yang akurat.
ICCN juga memperkenalkan metode riset terbaru yang mengacu pada indikator global dari UNESCO dan ASEAN.
“Riset ini sebagai ‘kompas’ yang membantu kementerian Ekonomi Kreatif menavigasi tantangan dan peluang,” ujar fiki Satari.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi peran ICCN sebagai mitra strategis pemerintah.
Menteri menetapkan tiga program utama (fast wins) yang akan segera dieksekusi bersama:
* Riset Kompas Kota Kreatif: Implementasi pemetaan di 5 provinsi prioritas ekonomi kreatif.
* World Conference on Creative economy (WCCE): pelibatan ICCN dalam Organizing Committee.
* Akses permodalan: Kerja sama penyerapan KUR Intelectual Property (IP) bagi pelaku kreatif di bawah naungan ICCN.
Pertemuan ini menegaskan kesiapan ICCN untuk mendukung visi Kemenparekraf dalam meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia.
Pengurus ICCN akan segera menggelar rapat kerja terbatas untuk merumuskan teknis pelaksanaan arahan menteri.
ICCN adalah simpul lintas komunitas yang menghubungkan lebih dari 200 kota/kabupaten kreatif di seluruh Indonesia.







