Bursa Saham

Saham Semikonduktor Dorong Reli Bursa Asia, SK Hynix Debut di AS

55
×

Saham Semikonduktor Dorong Reli Bursa Asia, SK Hynix Debut di AS

Sebarkan artikel ini

TOKYO – Bursa saham Asia mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Jumat (10/7/2026), didorong oleh kinerja impresif sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI). Investor tampak mengabaikan eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas.

Fokus pasar kini tertuju pada debut pencatatan saham atau American Depositary Receipts (ADR) produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, di bursa Amerika Serikat. Aksi korporasi ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap rantai pasok teknologi global.

Indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak 1,8 persen, sementara indeks KOSPI Korea Selatan melesat lebih dari 5 persen. Saham Samsung Electronics menguat sekitar 6 persen, menyusul kenaikan saham SK Hynix sebesar hampir 3 persen.

Kenaikan di bursa Asia mendorong indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang naik 1,8 persen. Namun, sentimen di pasar Eropa tampak lebih berhati-hati dengan kontrak berjangka yang menunjukkan penurunan 0,24 persen.

Ketegangan antara AS dan Iran memang memicu kekhawatiran baru terkait stabilitas pasokan energi. Harga minyak mentah Brent sempat mengalami kenaikan mingguan sekitar 5 persen, berada di level US$ 76,73 per barel.

Meski demikian, pelaku pasar dinilai cukup tangguh dalam menghadapi risiko geopolitik tersebut. Perhatian investor tetap terkunci pada potensi pertumbuhan sektor AI sebagai motor penggerak reli pasar saham global.

Di sisi lain, terdapat kekhawatiran mengenai tingginya valuasi saham-saham teknologi saat ini. Analis pasar mengingatkan bahwa risiko penutupan Selat Hormuz masih menjadi ancaman nyata yang belum sepenuhnya diantisipasi oleh pasar.

Terkait debut SK Hynix, perusahaan menetapkan harga ADR sebesar US$ 149 per saham. Dana sekitar US$ 26,5 miliar yang berhasil dihimpun akan digunakan untuk pembangunan pabrik dan investasi peralatan chip AI.

Penawaran ini menjadi aksi korporasi terbesar kedua di dunia setelah IPO SpaceX bulan lalu. Langkah ini diprediksi akan memicu revaluasi positif terhadap saham-saham teknologi lainnya, termasuk Samsung Electronics.

Di pasar valuta asing, yen Jepang menguat 0,4 persen ke level 161,69 per dolar AS. Penguatan ini dipicu oleh pernyataan Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, yang akan mengkaji kebijakan investasi dana pensiun domestik.

Pemerintah Jepang berencana mendorong dana pensiun, termasuk Government Pension Investment Fund (GPIF), untuk meningkatkan investasi pada aset keuangan domestik. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah berkelanjutan untuk menopang nilai tukar mata uang.

Sementara itu, pergerakan dolar AS cenderung terbatas di tengah penantian investor terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pasar memproyeksikan kenaikan suku bunga sebesar 34 basis poin tahun ini, namun angka tersebut masih sangat bergantung pada dinamika inflasi global akibat konflik Timur Tengah.