Tutup
EkonomiInvestasiNews

Gen Z Ubah Kebiasaan, Agresif Menabung dan Berinvestasi

217
×

Gen Z Ubah Kebiasaan, Agresif Menabung dan Berinvestasi

Sebarkan artikel ini
gen-z-paling-rajin-nabung-dan-investasi,-harga-rumah-selangit-dan-ekonomi-tak-pasti-jadi-pemicu
Gen Z Paling Rajin Nabung dan Investasi, Harga Rumah Selangit dan Ekonomi Tak Pasti Jadi Pemicu

Jakarta – Generasi muda kini semakin sadar akan pentingnya stabilitas finansial. Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas menabung dan berinvestasi di kalangan anak muda.

Perubahan ini mematahkan anggapan umum bahwa generasi muda hanya fokus pada gaya hidup konsumtif.

Lonjakan harga rumah dan ketidakpastian ekonomi menjadi pemicu utama perubahan perilaku ini. Gen Z kini lebih memilih menyusun anggaran, membangun portofolio investasi, dan mempersiapkan dana pensiun sejak dini.

Data dari Scottish Friendly menunjukkan bahwa anak muda di inggris dua kali lebih mungkin meningkatkan jumlah tabungan pada 2025 dibandingkan generasi yang lebih tua.

Riset NatWest juga mengungkap bahwa 69 persen Gen Z (lahir antara 1997-2012) memiliki anggaran keuangan pribadi. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan generasi Baby Boomers yang hanya 42 persen.

“Investor muda khususnya tidak menghamburkan uang untuk kemewahan, melainkan berpikir jangka panjang,” ujar Kepala platform investasi Finimize, Carl Hazeley, seperti dikutip dari The telegraph.

Hazeley menambahkan, perubahan ini bisa jadi akibat perubahan kebiasaan selama pandemi, ketika banyak anak muda mulai berinvestasi. Selain itu, meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan pensiun juga berperan.Fenomena transfer kekayaan antar keluarga juga menjadi faktor pendorong. Diperkirakan, transfer kekayaan besar mencapai £5,5 triliun (sekitar Rp124.773 triliun) akan terjadi dalam 30 tahun ke depan.

“Kami melihat tren peningkatan dalam keluarga yang mendorong generasi muda untuk menabung, sering kali melalui pemberian tunggal atau beberapa kali dari waktu ke waktu,” kata Kepala pajak firma hukum Edwin Coe, Sean Bannister.Konten tentang tabungan dan investasi di media sosial juga turut memengaruhi.

“Meskipun wajar untuk meragukan kualitas dan akurasi unggahan semacam ini, hal tersebut telah menciptakan percakapan di kalangan kelompok usia ini yang sebelumnya mungkin lebih berfokus pada karier sebagai sumber utama keamanan finansial mereka,” jelas Bannister.

Adam Mlamali, 24 tahun, adalah contoh nyata disiplin finansial sejak dini. Pada 2024, ia membeli rumah tiga kamar seharga £200.000 (sekitar Rp4.537.200.000) dan menghabiskan £50.000 (sekitar Rp1.134.300.000) untuk renovasi.

Kini, ia telah mengumpulkan lebih dari £100.000 (sekitar Rp2.268.600.000) dalam bentuk tabungan dan investasi.

“Berada di lingkungan para profesional keuangan, semua orang di sekitar saya selalu membicarakan investasi dan membangun bisnis sendiri. Saya sangat penasaran dengan angka dan data,” ungkapnya.