Tutup
InvestasiPerbankan

IHSG Bangkit, Investor Borong Saham, Ekonomi Indonesia Menguat

150
×

IHSG Bangkit, Investor Borong Saham, Ekonomi Indonesia Menguat

Sebarkan artikel ini
purbaya-soal-ihsg-mantul-menguat:-investor-percaya-keadaan-ri-baik
Purbaya soal IHSG Mantul Menguat: Investor Percaya Keadaan RI Baik

jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren positif. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, penguatan IHSG merupakan respons cepat pasar terhadap sentimen positif.

“Januari sempat tertekan karena berbagai isu, yang penting adalah karena pondasi bagus membalikkan confident investor lebih mudah,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/2).

Sebelumnya, IHSG sempat mengalami tekanan di awal tahun 2026 akibat sentimen negatif yang melanda pasar modal. Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama.

Purbaya menjelaskan, tekanan di Januari dipicu berbagai isu yang memengaruhi sentimen pasar. Namun, fondasi ekonomi yang solid mampu memulihkan kepercayaan investor.

optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional juga menjadi faktor pendorong. Pada 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen (yoy), melampaui sejumlah proyeksi.

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 dapat mencapai 6 persen, didorong percepatan program prioritas.

“Ini mereka percaya keadaan kita baik dan terus membaik,” kata Purbaya.

Di sisi lain,Purbaya mengakui nilai tukar rupiah masih tertekan akibat meningkatnya permintaan dolar AS. Saat ini, kurs rupiah kembali mendekati level Rp17.000 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah masih mendapat tekanan oleh peningkatan permintaan dolar AS,” pungkasnya.

Pada penutupan perdagangan Senin (23/2) sore, IHSG berada di level 8.396, menguat 124,31 poin atau naik 1,50 persen dari perdagangan sebelumnya.Investor melakukan transaksi sebesar Rp24,14 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 49,54 miliar saham.

Tercatat, 468 saham menguat, 206 terkoreksi, dan 142 stagnan pada penutupan kali ini.